Garut Berpotensi Untuk Aneka Komoditi

Loading

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

GARUT, (TubasMedia.Com) – Dengan rencana strategis (Renstra)TPH Sampai tahun 2014, adanya paradigma sistem dan usaha agribisnis, yang terkait dengan kegiatan industri dan jasa dalam perspektif ekonomi makro. Salah satunya adalah, penekanan pada peningkatan produktivitas dan perluasan usaha. Karena, sehingga pemenuhan kebutuhan daya dukung produksi.

Demikian dikatakan kepala dinas (Kadis) TPH Dinas Pertanian Kabupaten Garut Ir. H.Tatang Hidayat kepada Tubas baru-baru ini. Diungkapkannya, Pembangunan pertanian memberikan sumbangan besar dalam pembangunan Nasional, baik sumbangan secara langsung melalui PDB maupun PDRB, penyerapan tenaga kerja, meningkatkan pendapatan rakyat (masyarakat), perolehan devisa, melalui ekspor serta penekanan inplasi.

Sedangkan, sumbangan tidak langsung yaitu, adanya penciptaan kondisi yang kondusip dalam pelaksanaan pembangunan yang sinergitas dengan sektor lain.

Sehinggga, peran sub sektor tanaman pangan dan hortikultura (TPH) dalam pembangunan perekonomian di kabupaten garut, selain mmenuhi konsumsi penduduk, pentyediaan bahan baku industri, oleh karena itu sektor pertanian telah memeberikan konstribusi yang sangat besar terhadap PDB dan PDRB. Yaitu, sebesar 47,14 %, sehingga laju pertumbuhan ekonomi (LPE) di kabupaten garut mencapai sebesar 3,43 persen.

Secara agraris ungkap Tatang, kabupaten garut dengan geografis terletak di Proopinsi Jawa Barat pada lintang 657,34 – 744, 57 derajat. Dan Lintang selatan dan lintang utara 1024,3-1087,34 derajat, dengan iklim daerah tive C, serta dengan curah hujan 2.589mm/tahun.

Untuk di kabupaten garut sendiripun yang meliputi areal seluas 3.065,19 km3, yang tersebar di 42 kecamatan, 21 kelurahan, dan 403 desa, dengan sumber daya alam (SDA) yang beragam dianataranya gunung, hutan, laut dan pantai. Berdasarkan starata wilayah pembangunan pertanian kabupaten garut ungkap Tatang, dapat dikatakan sangatlah berpotensi untuk aneka komoditi. diantaranya padi, palawija, sayur, buah buahan, tanaman perkebunan, baik tahunan maupun musiman.

Pada hakekatnya, peningkatan produksi yang dicapai dari tahun ketahun sangatlah beragam. Namun, pada sektor pertanian para petani belum bisa meningkatkan pendapatannya, kendalanya adalah belum dibenahinya pemasaran secara maksimal, dan belum dapat menegendalikan harga jual dikalangan para produsen , terutama pada saat produksi melimpah.

Selain itu, tidak seimbangnya biaya produksi dengan harga jual. Disebabkan, adanya kenaikan upah kerja, pestisida dan pupuk, sehingga, pada tingkat produsen perlu adanya teknologi yang dapat menimalisir dari penggunaan bahan minimalis kimia dan peranian organik harus mulai digalakan.

Menyinggung soal konsep dan strategi pembangunan dibidang pertanian, pada dasarnya masih dalam strategi peningkatan ketahanan pangan dan agribisnis (SPKPA), sedangkan konsep dan strategi ini yang berasal dari suatu proses yang terus menerus dan berkelanjutan, untuk dijadikan pegangan manusia pembangunan.

Hal itu dilakukan, agar sub sektor pertanian dapat mensejahterakan masyarakat dan mampu menjawab tantangan zaman yang serba cepat. Diaman masayarakat petani bis menyediakan kebutuhanpangan yang sesuai dengan derajat permintaan yang dinamis, ungkapnya.

Yang jelas, dari konsep yang srategis itu, maka keterpaduan dari paradigma tersebut harus bersipat intergratif, dan diharapkan dapat memmpengaruhi pasar serta dapat meningkatnya kondisi struktural(infrastruktur, teknologi) dan hal –hal yang terkait dengan aspek kelembagaan, ungkapnya. (sighar)

CATEGORIES
TAGS