Muzani; Wartawan Adalah Pahlawan !!!

Loading

 

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan pentingnya peran wartawan dalam menyampaikan berbagai kegiatan dan kerja-kerja parlemen kepada masyarakat.

Menurutnya, tanpa pemberitaan media, berbagai rapat, pembahasan, serta pemikiran yang dilakukan MPR tidak dapat tersampaikan kepada rakyat.

“Saya tidak membayangkan apa jadinya kegiatan MPR kalau tidak ada pemberitaan dari kawan-kawan. Kerja kami, rapat-rapat kami, pembahasan kami, pemikiran-pemikiran kami tidak akan pernah tersampaikan kepada masyarakat kalau tidak ada yang melanjutkan dalam bentuk pemberitaan,” ujar Muzani saat memberikan sambutan dalam kegiatan Media Gathering MPR RI di Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9).

Muzani mengatakan kerja parlemen pada dasarnya menjadi proses politik yang membutuhkan pemberitaan agar berbagai proses dan keputusan yang berlangsung di lembaga tersebut dapat diketahui masyarakat.

“Media sangat penting artinya bagi proses kerja kami, karena proses kerja parlemen pada dasarnya adalah proses kerja politik yang perlu ada lanjutannya dalam pemberitaan sampai ke rakyat,” katanya.

Muzani menyadari bahwa wartawan memiliki cara dan sudut pandang masing-masing dalam menyampaikan sebuah peristiwa. Menurutnya, yang terpenting adalah memastikan informasi mengenai kerja MPR tersampaikan kepada masyarakat secara tepat dengan tetap mengedepankan prinsip jurnalistik.

Kerja Wartawan Sangat Mulia

“Intinya adalah bagaimana kawan-kawan akan menyampaikan apa yang disampaikan oleh MPR kepada rakyat. Karena itu, kerja wartawan adalah sebuah kerja yang sangat mulia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muzani juga menekankan pentingnya sikap netral dalam pemberitaan. Menurutnya, wartawan memiliki posisi strategis sebagai penyambung informasi antara lembaga negara dan masyarakat sehingga pemberitaan harus disampaikan secara berimbang.

“Memberitakan dari sisi mana pun sebagai penyambung lidah ke masyarakat kemudian tetap harus dalam kondisi yang netral dalam cara memberitakannya,” katanya.

Muzani juga mengingatkan bahwa profesi jurnalistik memiliki risiko berat, terutama ketika wartawan menjalankan tugas untuk mendapatkan informasi maupun gambar secara langsung di lapangan.

Muzani mencontohkan keberanian wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik pada masa perjuangan hingga awal kemerdekaan Indonesia. Ia juga menyinggung dokumentasi Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang menjadi salah satu bukti penting peran wartawan dalam merekam perjalanan sejarah bangsa.

Perjalanan Sejarah Bangsa

Menurut Muzani, perjuangan wartawan dalam mendapatkan dan menjaga dokumentasi sebuah peristiwa penting menunjukkan bahwa profesi jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga berkontribusi terhadap perjalanan sejarah bangsa.

“Wartawan adalah pejuang. Kenapa wartawan disebut seorang pejuang ? Yang dilakukan oleh wartawan sama dengan yang dilakukan oleh kami semua sebagai seorang anggota MPR. Dia memperjuangkan kebenaran, dia memperjuangkan kemuliaan, dan dia berjuang untuk bangsa dan negaranya,” tegasnya.

Muzani menambahkan perjuangan wartawan dan anggota parlemen memang dilakukan dalam ruang lingkup yang berbeda. Namun, keduanya memiliki tujuan yang sama dalam memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

“Atas nama pimpinan Majelis, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua wartawan yang ada di Senayan, yang terus bersama kami dalam memberitakan, dalam menyuarakan, dalam menyampaikan berbagai macam berita yang bersumber dari MPR,” pungkasnya.(sabar)

 

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS