Economic Outlook 2012

Loading

Oleh: Fauzi Azis

Fauzi Azis

Fauzi Azis

THE emerging economy, Indonesia the jewel economy of Asia, Indonesia telah dapat meraih dan menyandang status Invesment Grade. Begitu kira-kira masyarakat internasional melihat Indonesia hari ini. Pendek kata, ekonomi Indonesia yang berorientasi domestik dipandang berhasil dan kuat untuk terus tumbuh. Ketahanan ekonomi negeri ini juga dinilai dapat bertahan dari guncangan eksternal sebagai akibat krisis yang melanda zona Eropa dan Amerika Serikat.

Mudah-mudahanan apa yang disampaikan oleh dunia kepada Indonesia bukan hanya sekedar pujian semata, tetapi memang merupakan hasil dari sebuah pengamatan dan analisis empirik yang tajam dan obyektif tentang capaian kinerja ekonomi Indonesia.

Sebagai bangsa, kita semua patut mensyukurinya, tapi jangan kemudian kita menjadi lupa diri dan takabur dan kemudian ini diklaim sebagai kinerja pemerintah semata. Alangkah bijaksananya kalau kinerja tersebut merupakan kinerja kita semua sebagai bangsa dan pemerintah harus berani menyatakannya ke publik nasional maupun dunia.

Apapun perkembangannya, negeri ini masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Pekerjaan rumah yang memiliki nilai strategik bagi pertumbuhan ekonomi adalah masalah infrastruktur. Ini PR besar karena selain jumlah dan kualitasnya harus memadai juga memerlukan investasi yang tidak kecil.

Untuk mendukung MP3EI saja, konon butuh dana sekitar Rp 4.000 triliun atau sekitar 62,3% dari GDP nominal tahun 2010. Angka yang tidak sedikit tentunya untuk dapat dipenuhi. Tanpa infrastruktur yang memadai, jangan berharap pertumbuhan investasi di sektor tradable (industri,pertanian dan pertambangan) akan berakselerasi dengan cepat dan para calon investornya selalu mempertanyakan tentang kesiapan infrastruktur tersebut.

Dengan infrastruktur pisik yang baik kualitasnya dan cukup jumlahnya, akan berdampak positif bagi kelancaran arus barang dari satu daerah ke daerah lain yang akan dapat mengurangi cost of logistic yang signifikan. Dampak ikutannya diharapkan inflasi akan dapat dikendalikan dan hal ini akan berdampak lebih lanjut kepada turunnya suku bunga pinjaman perbankan yang sangat dibutuhkan untuk mendanai kegiatan investasi di dalam negeri.

Kepastian hukum adalah hal lain yang juga perlu untuk dibenahi. Banyak undang-undang telah dibuat tapi satu sama lain masih dinilai tumpang tindih sehingga hal ini di mata calon investor dianggap tidak menimbulkan kepastian hukum. Semua mendambakan ini karena akibat tidak adanya kepastian hukum berdampak kepada economi biaya tinggi dan berujung kepada cost doing business di Indonesia, dinilai masih relatif mahal dibandingkan negara lain.

Dua hal ini kita masih lemah. Kita optimis dan percaya bahwa kalau soal infrastruktur dan kepastian hukum dapat diatasi, pertumbuhan ekonomi nasional bisa tumbuh 7 persen atau lebih karena kekuatan domestik kita sangat kuat sebagai basis untuk menggerakan perekonomian. Invesment grade penting bagi Indonesia, tapi jauh lebih penting kalau investasi yang tumbuh signifikan adalah investasi di sektor tradable bukan investasi portofolio.

Indonesia jangan dijadikan tempat yang subur bagi investor yang hanya ingin mencari keuntungan besar tapi hanya sesaat dan itupun yang bisa menikmati hanya golongan the have saja dan bahkan para sepikulan. Yang kita butuhkan adalah investasi di sektor riil karena multipliernya luas dan dalam.

Hal ini penting karena yang dibutuhkan bangsa ini adalah pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan, yang bisa mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan. Yang dibutuhkan oleh bangsa ini adalah kesejahteraan dan kemakmuran yang merata dari Sabang sampai Papua.

Kondisi ini yang diharapkan terjadi agar kesenjangan dan kecemburuan sosial tidak terus terjadi yang berujung kepada terjadinya konflik sosial.

Ekonomi yang kita harapkan adalah sosok perekonomian yang mendorong agar terjadi proses emansipasi sosial, budaya, ekonomi dan politik sebagai wujud dari terjadinya perubahan pola pikir masyarakat yang mendasar.

Perubahan dimaksud adalah agar kita menjadi bangsa yg kuat dan bermartabat untuk bersama- sama membangun dan mengembangkan kekuatan ekonomi bangsa yang bersumber dari pemanfaatan atas sumber daya yang kita miliki (alam, SDM dan iptek).

Membangun kekuatan ini menjadi sebuah pilihan kebijakan yang harus ditumbuhkan sebelum kita keluar menjadi bagian dari struktur ekonomi, politik dan budaya dunia. Kekuatan itu harus selalu dimulai dan dibangun dari dalam agar kita sebagai bangsa, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, harga diri yang tinggi dan memiliki posisi tawar yang tinggi dalam percaturan ekonomi nasional, regional dan global.

Oleh sebab itu, mari kita bangun dialog yang terbuka dan tulus, bekerjasama saling mempercayai untuk membangun ekonomi yang lebih baik ke depannya. Jangan sampai terjadi dunia luar melihat kita adalah indah dan menawan sehingga mereka iri dan ingin ikut menikmatinya, tapi kita sendiri lupa dan tidak sadar bahwa negeri kita ini kaya dan sepertinya kita hanya ingin jadi penonton tapi bisa ikut menikmati.

Kita percaya bahwa bangsa ini bisa berbuat banyak dengan berkarya dan berprestasi untuk menjadi bangsa yang unggul secara ekonomi, sosial, politik dan budaya. Hanya dengan cara ini maka kita bisa mengatakan bahwa saatnya “INDONESIA ADA DI DUNIA DAN DUNIA ADA DI INDONESIA UNTUK BEKERJASAMA BUKAN UNTUK MENJAJAH. ***

CATEGORIES

COMMENTS