Disiapkan, Rusun Kampung Deret

Loading

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Pemprov DKI Jakarta sedang mempersiapkan sejumlah lokasi untuk pembangunan rumah susun sebagai kampung deret, tempat relokasi warga bantaran sungai Ciliwung. Relokasi itu bagian dari proyek normalisasi sungai Ciliwung mulai dari pintu air Manggarai hingga jembatan Jalan Casablanca.

Setidaknya sudah ada tiga lokasi yang diperkirakan dapat segera didirikan rumah susun, yakni Pasar Rumput, lahan pemerintah di belakang SMP Negeri 8 Jakarta Pusat, dan bekas kantor teknis Dinas Pekerjaan Umum.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, pekan lalu, areal di Pasar Rumput tinggal menunggu penyerahan pengelolaan lahan dari PD Pasar Jaya kepada Pemprov DKI Jakarta. “Setelah pasar itu diserahkan, Kementerian Perumahan Rakyat akan langsung memberikan uang muka Rp 600 miliar untuk biaya pemugaran dan pembangunan. Semua dari APBN,” jelasnya saat menghadiri kirab budaya di kelenteng Fat Cu Kung, kawasan Petak Sembilan, Jakarta Barat.

Rencananya, rumah susun itu berlantai 20. Lima lantai di bawah akan digunakan bagi warga Ciliwung yang direlokasi, sementara di atasnya akan disewakan untuk masyarakat umum. “Warga Ciliwung akan masuk ke unit tanpa ditarik biaya. Untuk membiayai pembangunan dan perawatan, akan diambil dananya dari unit yang disewakan kepada masyarakat umum,” kata Basuki.

Saat ini sedang dikaji detail desain pembangunan kampung deret atau rumah susun di bantaran Sungai Ciliwung. “Rancangan desain sudah ada, Pak Gubernur juga suka. Tapi kami perlu kajian teknisnya, daya tahan fondasi sedang dianalisis,” jelas Basuki.

Jumlah warga yang akan direlokasi diperkirakan mencapai 35.000 jiwa untuk alur sungai sepanjang 800 meter. Kepala Balai Besar Sungai Wilayah Ciliwung Cisadane, Imam Santoso menyambut baik rencana relokasi ini. “Kondisi Sungai Ciliwung ini sudah rusak dan harus segera dinormalisasi,” kata Imam. (red/sis)

CATEGORIES
TAGS