Ampun, Bu Menteri Tolong Bebaskan Saya

Loading

nnk

SITUBONDO, (tubasmedia.com) – Derita Nenek Asyani (63 Tahun), terdakwa kasus pencurian kayu jati menjadi perhatian Presiden Jokowi . Presiden meminta Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Rabu 18 Maret 2015, mengunjungi nenek yang sehari-hari sebagai tukang pijat itu.

“Ampun, Bu tolong bebaskan saya,” katanya sambil menangis di rumahnya di Dusun Kristal, Desa/Kecamatan Jatibanteng, Situbondo, Jawa Timur. Saat bertemu Menteri Siti, Nenek Asyani langsung menangis dan air matannya dihapus dengan tisu oleh ibu menteri. Nenek Asyani mengaku mengalami tekanan batin dan sejak dipenjara mulai 15 Desember 2014 kerap merasa pusing dan asmanya kambuh.

Siti Nurbaya datang didampingi Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dan jajaran Perum Perhutani. Menteri Siti bertamu sekitar 30 menit. Dia menekankan prosedur hukum harus tetap dijalani Asyani. ” Saya masih mencari cara agar nenek Asyani mendapatkan keadilan,” katanya” “Keadilan dimensinya banyak, satu diantaranya kemanusiaan.”

Asyani, seorang tukang pijat bersama tiga orang lainnya dituduh mencuri 38 papan kayu jati di lahan Perhutani di desa setempat. Kasus berawal dari Perhutani yang melaporkan telah kehilangan 2 pohon jati berdiameter 115 cm dan 105 cm ke Polsek Jatibanteng pada 4 Juli 2014.

Asyani terseret dalam penyidikan oleh kepolisian didakwa dengan Pasal 12 huruf d juncto Pasal 83 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun.

Nenek itu dijebloskan ke dalam sel penjara sejak 15 Desember 2014 sebelum majelis hakim mengabulkan permohonan penangguhan penahanan pada Senin 16 Maret 2015. Sampai saat ini perkara Asyani masih tetap berlanjut. (siswoyo)

CATEGORIES
TAGS