Warga Usulkan Puskesmas Sidoharjo Jadi Rawat Inap

Loading

Laporan: Redaksi

ilustrasi

ilustrasi

WONOGIRI, (TubasMedia.Com) – Sarana dan prasarana kesehatan yang diberikan pemerintah merupakan program prioritas utama, termasuk sumber daya manusia (SDM), dalam segi pelayanan, baik terhadap pasien yang berobat maupun warga yang ingin meminta informasi.

Puskesmas yang merupakan kepanjangan tangan di Diknas Kesehatan di tingkat kecamatan semestinya membawa misi sosial dan kemanusiaan di samping misi bisnisnya. Dalam hal ini, dr. Rukmi Budi, Kepala Puskesmas Sidoharjo sejak 2010, saat tubasmedia.com baru-baru ini meminta penjelasan terkait usul dari warga agar puskesmas itu dijadikan rawat inap, mengatakan, puskesmas yang dipimpinnya dilayani 34 pegawai, di antaranya, 25 sudah PNS, 4 tenaga medis, 20 bidan dan perawat. Sedangkan yang lain masih PTT.

Selain untuk berobat, Puskesmas Sidoharjo juga melayani jamkesmas, jampersal, dan Askes, tapi untuk rawat inap belum memungkinkan. Ia menjelaskan, soal puskesmas diusulkan untuk rawat inap dia belum tahu. Sedang petugas siap, tinggal sarana dan prasarananya, karena puskesmas itu belum punya dokter spesialis. Ketika ditanyakan mengenai standar pelayanan, dikemukakan, sudah ada tinggal melihat di papan.

Sementara itu, Sugeng Riyadi, Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Sidoharjo mengatakan, semestinya Puskesmas Sidoharjo sudah dapat dijadikan rawat inap, karena lokasi dan bangunan sudah bagus, tinggal sarana dan prasarana dari pihak pemerintah yang akan menyiapkannya.

Lurah Sidoharjo Supadmi, SSos mengatakan, pihaknya belum mengetahui usulan agar puskesmas itu dijadikan tempat rawat inap. Ia mengatakan, hal itu bergantung pada camat. “Pada prinsipnya kami mengikuti Pak camat,” katanya. (heri)

CATEGORIES
TAGS