Usaha Secara Mobile Tekan Modal
![]()
Laporan: Redaksi

Ilustrasi
PURBALINGGA, (TubasMedia.Com) – Mengembangkan usaha secara mobile bisa menekan kebutuhan akan modal. Hal itu disampaikan General Marketing PT Triangle Indonesia, Akhmad Zafitra Dalie, di Purbalingga, Selasa (26/3).
Menurutnya, pelaku UMKM setelah berhasil cenderung menduplikasi outlet dan membuka cabang baru. Hal itu tentu membutuhkan modal yang besar dan BEP (break event point) dalam waktu lama. Padahal, bisa mengembangkan usaha dengan cara berjualan secara mobile.
Dalie mencontohkan, di Sumatera ada pelaku UMKM yang sukses berjualan ketoprak secara mobile. Modal untuk menyewa tempat digunakan membeli sepeda motor yang sudah dimodifikasi sesuai keperluan. “Mereka menyiasati jika pagi hari berjualan ketoprak, siang hari berjualan nasi rames, dan sore hingga malam berjualan martabak. Omzetnya bisa naik tiga kali lipat hanya dengan mengganti isi gerobaknya saja,” katanya.
Sementara itu, Owner dan Direktur Utama produsen kaos C 59 Bandung, Marius Wiwiet Widyarto, mengungkapkan, kebanyakan orang yang baru akan mulai membuka usaha biasanya dihadapkan pada persoalan takut, malu, dan malas.
“Orang memilih menjadi entrepreneur biasanya kalau sudah kepepet. Kepepet untuk mencukupi kebutuhan hidup. Ini yang disebut the power of kepepet. Biasanya, kaum ibu lebih cepat kreatif jika sudah kepepet,” ujar Wiwit.
Ia mengajak para pelaku UMKM di Purbalingga untuk menciptakan Purbalingga sebagai kota entrepreneur. Menurutnya di Purbalingga banyak potensi yang bisa digali. Misalnya, banyak produsen knalpot dan banyak perajin kaos di Kecamatan Rembang. Kenapa tidak membuat kaos yang menarik dengan desain gambar knalpot? katanya. (joko suharyanto)
