Terorisme
![]()
Oleh: Edi Siswojo

Edi Siswojo
PATAH tumbuh, hilang berganti. Peribahasa lama itu terasa baru ketika dihadapkan kepada fenomena terorisme di Indonesia yang oleh pengamat sering disebut sebagai fenomena gunung es. Memang bukan kali ini saja–sudah berkali-kali–dilakukan operasi pengerebekan dan pembongkaran jaringan terorisme, tetapi persoalannya seperti tak kunjung selesai. Setelah yang satu digerebek dan dibongkar, tak lama kemudian muncul yang lain lagi.
Masyarakat terperangah ketika pekan lalu menyaksikan penggerebekan terduga terosris yang dilakukan aparat kepolisian di Jakarta, Tangerang Selatan, Bandung, Kebumen, dan Kendal. Operasi itu diberitakan berhasil menewaskan tujuh orang terduga teroris dan menangkap 13 orang lainya. Berita yang kita saksikan, kita dengar dan kita baca melalui media massa itu belum lengkap. Publik masih membutuhkan informasi tambahan–dari terduga teroris yang ditangkap–sehingga diperoleh informasi yang gamblang tentang gerakan terorsime di Indonesia.
Pertanyaannya kemudian teka-teki mengapa terorisme tidak ada habisnya dan bagaimana pendanaan gerakan terorisme di Indonesia? Kepolisian mengungkapkan–diantaranya–kemungkinan teroris mendapat dana dari perampokan bank atau toko emas. Sumber pendanaan teroris tersebut masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut.
Tapi yang pasti kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal (Polisi) Boy Rafli Amar telah terjadi regenerasi teroris di Indonesia. Polri berupaya menelusuri setiap nama baru yang disebut tersangka teroris. Selalu ada sel-sel baru yang beda generasi, beda kelompok, beda orang, tetapi perilakunya mirip.
Boleh jadi apa yang diungkapkan Boy Rafli Amar itu benar. Yang jelas, melawan gerakan terorisme bukan perkara yang gampang. Di Indonesia tali temali persoalan terorisme cukup kompleks dan ancaman teroris sudah begitu serius. Persoalan tersebut membutuhkan terobosan menyeluruh dan kongkret yang tidak hanya menjadi urusan pemerintah khususnya aparat kemanan juga urusan seluruhan masyarakat.
Ada baiknya identifikasi jaringan dan organisasi gerakan terorisme menjadi kubutuhan seluruh bangsa Indonesia, sehingga memudahkan kita bersama-sama melakukan pelacakan, pengguntingan dan pembongkaran organisasi dan jaringan gerakan terorisme! ***
