Telkom Jajaki Kerja Sama dengan Kamboja

Loading

Laporan : Redaksi

Telkom Indonesia

Telkom Indonesia

BANDUNG, (Tubas) – PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk. kini sedang menjajaki kerja sama bisnis seluler dengan Kamboja. Direktur Utama PT Telkom, Rinaldi Firmansyah, menyatakan penjajakan kerjasama bisnis dengan Kamboja ini, memang masih membutuhkan persetujuan pemegang saham minoritas. “Telkom dengan Kamboja belum ada kesepakatan, jadi belum bisa berkomentar jauh tentang ini,” kata Rinaldi, di sela perayaan 100 juta pelanggan Telkomsel, di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, pekan lalu.

Untuk tahun ini, kata Rinaldi, Telkom dan Telkomsel hanya mengalokasikan dana investasi belanja modal atau capital expenditures (capex) sebesar Rp 15-17 triliun untuk pengembangan usaha, yakni penambahan base transceiver station (BTS) dan kabel. Selain itu, Telkom juga sedang mengembangkan layanan suara, internet, dan data.

Adapun rencana ekspansi usaha ke Kamboja, tidak masuk dalam alokasi dana capex itu. Sebelumnya perusahaan seluler terbesar di Indonesia itu juga sudah go international lebih dulu dengan membeli beberapa bagian saham milik perusahaan telekomunikasi asal Malaysia dan Hong Kong. Di dalam negeri, Telkom akan melakukan ekspansi usaha ke daerah terpencil dan perbatasan. “Kami masih mengkaji,” katanya.

Hingga kuartal pertama, pendapatan perusahaan berasal dari seluruh anak perusahaan Telkom. Namun, ia tak menyebut persentase dana kontribusi dari seluruh anak perusahaan Telkom. Ia hanya mengatakan PT Telkomsel menyumbang 60 persen dari seluruh pendapatan. “Bila pemegang saham minoritas setuju, kami inginnya menguasai minimal 51% saham dan menjadi mayoritas di CamGSM,” katanya kemudian.

Saat ini, proses akuisisi tersebut sedang berlangsung dan tinggal menunggu kesepakatan harga penawaran. Rinaldi sendiri berharap akuisisi tersebut bisa tuntas di 2011 ini. (iwan p)

CATEGORIES
TAGS