Pulau Buru Akan Menjadi Lumbung Beras Maluku

Loading

padi

PULAU BURU, (tubasmedia.com) – Presiden Jokowi mencanangkan penanaman padi, meresmikan Bendung Way Leman, serta menyerahkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), di Desa Wanareja, Gelar Way Apo, Kabupaten Buru, Maluku, Kamis (7/5/2015.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan tekad untuk menjadikan Kabupaten Buru sebagai penghasil beras terbesar di Maluku. Ia menyebutkan, Bendung Way Leman bagian dari usaha untuk mencapai target Pulau Buru sebagai lumbung beras Maluku.

Laman Setkab, Jumat pagi, memberitakan, sebenarnya Bendung Way Leman lama dibangun pada 1982-1983 untuk mengairi sawah seluas 935 ha dengan intensitas tanam 2 kali setahun dengan produktivitas 3-4 ton GKG/ha. Namun, pada 2010-2011 terjadi banjir besar yang merusak tubuh bendung dan tebing Sungai Way Tina (sungai yang dibendung Bendung Way Leman), sehingga bendung tidak dapat berfungsi penuh lagi. Untuk itu, pada 2012 hingga 2015 dibangun Bendung Way Leman oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku.

Setelah Bendung Way Leman selesai diharapkan bisa memperluas areal persawahan yang bisa diairi, menjadi 2.500 ha dengan intensitas tanam 3 kali setahun dan produktivitas meningkat hingga 7 ton GKG/ha.

Di Pulau Buru, sesuai laporan Gubernur Maluku Said Assegaf, terdapat sekitar lebih dari 10 ribu hektare lahan pertanian.

Presiden Jokowi juga berjanji kembali dalam 2 tahun lagi untuk melihat hasil pertanian Pulau Buru. “Tolong undang saya saat panen raya,” pinta Presiden.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan Bendung Way Leman menghabiskan anggaran Rp 25,81 miliar.

Basuki mengatakan, dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur PUPR di Provinsi Maluku, Pemerintah melalui Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran melalui APBN-P dan DAK sebesar Rp 3,44 triliun untuk 2015. (ril/ender)

CATEGORIES
TAGS