PNM Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Rp 2 T

Loading

Menurut Parman, penerbitan obligasi ini merupakan langkah strategis perseroan untuk memperkuat pendanaan dalam bisnis pembiayaan mikro. Apalagi, potensi dan prospek sektor usaha mikro kecil (UMK) di Indonesia masih sangat menjanjikan. “Besarnya respons pasar terhadap obligasi PNM ini mengindikasikan kuatnya kepercayaan investor dan daya tarik obligasi berbasis sektor usaha mikro-kecil dan menengah (UMKM),” papar Parman.

Hal ini, menurut Parman, wajar karena sektor UKM di Indonesia memiliki potensi besar dan prospek yang kuat. Apalagi, sektor ini terbukti mampu bertahan, bahkan menjadi penyelamat ekonomi negara dari tekanan krisis.

“Dengan prospek dan potensi UMK yang besar ini, kami sangat optimistis obligasi ini akan diminati investor dan diserap pasar. Tonggak ekonomi kerakyatan yang selama ini di cita-citakan oleh bangsa pun akan terwujud,” imbuh Parman.

Apalagi, beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan positif untuk berinvestasi pada obligasi ini adalah masih terbukanya peluang pasar pembiayaan mikro. “Ada ceruk pasar yang belum terlayani dan remote area di daerah yang belum jenuh dengan pembiayaan dari lembaga keuangan sektor perbankan dan prospek usaha perseroan yang baik,” jelas Parman.

Selain itu, tren kinerja pendapatan dan laba setelah pajak terus meningkat sejak 2008 seiring tumbuhnya volume bisnis pembiayaan mikro melalui ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) berkat kemampuan Perseroan menjaga marjin profitabilitas yang sehat. Pada Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I PNM tahun 2014 ini, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menggandeng PT Bahana Securities dan PT. Indo Premier Securities sebagai Penjamin Pelaksana Emisi. Rencananya, perseroan akan melakukan masa penawaran awal (bookbuilding) pada 17 November – 1 Desember 2014 dan masa penawaran umum pada 15 – 16 Desember 2014.

Ada pun pencatatan obligasi ini akan dilakukan di Bursa Efek Indonesia pada 22 Desember 2014. Seperti diketahui, hingga saat ini PNM memiliki jaringan bisnis pembiayaan mikro yang menjangkau di 26 provinsi, menjangkau 295 kabupaten, dan 2.799 kecamatan di seluruh Indonesia. BUMN yang dikhususkan bagi UKM ini tidak hanya memberikan jasa pembiayaan produktif ke sektor UMKM, tetapi juga jasa manajemen berupa pelatihan dan pendampingan usaha lewat program PKU. Strategi yang mengkombinasikan kedua layanan ini merupakan keunggulan bisnis PNM untuk mampu bersaing di industri pembiayaan mikro. (angga)

1
2
CATEGORIES
TAGS