Pemimpin Harus Memiliki Visi dan Misi

Loading

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Memebengkaknya golput pada Pemilukada DKI Jakarta kemarin, boleh jadi, banyak alasan. Saya misalnya, pada pilkada kemarin itu saya golput oleh karena ada kesibukan khusus yang tak terduga. Saat ini memang saya sudah tidak tinggal lagi di rumah saya yang di Cideng Barat, Jakarta Pusat. Saya sudah tinggal di wilayah Banten.

Saya golput bukan berarti saya apatis terhadap pemerintah sebelum-sebelumnya. Tapi ya karena alasan itu tadi. Dan saya pikir banyaknya warga yang dibilang golput pada Pemilukada pada dua minggu lalu itu, bukan berarti apatis. Mesti dipahami juga, saat ini warga lagi letih dengan kegiatan ekonomi. Bisa jadi, mereka mengutamakan itu dulu. Apalagi kegiatan ekonomi tersebut mendesak dan tidak bisa ditunda.

Itu tidak berarti menyampingkan pemilihan kepala pemerintahannya. Bagaimanapun, menyalurkan aspirasi hak politik tetap merupakan hal penting. Sebab itu merupakan bagian dari langkah penting untuk perubahan suatu daerah. Karena itu, saya berharap sekali, pada Pemilukada putaran kedua nanti, warga yang mendapat kartu pemilih untuk datang ke TPS dan menyoblos calon pemimpin yang dijagokannya.

Tentunya, pemimpin yang dijagokan adalah pemimpin yang terbaik. Ingat, Jakarta ini adalah ibu kota negara. Bila gubernur di pusat tidak punya visi dan misi yang jelas, bagaimana mungkin Jakarta bisa berubah. Saya berharap, calon gubernur dan calon wakilnya yang terpilih nanti harus yang benar-benar memiliki visi dan misi yang jelas. Jangan ada visi dan misi yang lain. (stevie)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS