Padi Varietas Mikonga Mampu Hasilkan 12 Ton/Hektar
![]()
Laporan: Redaksi

Ilustrasi
TEMANGGUNG, (TubasMedia.Com) – Padi jenis varietas mikongga yang mampu berproduksi hingga 12 ton/hektar kembali diminta petani untuk tetap ditanam dan dikembangkan. Sebab, padi varietas tersebut lebih menguntungkan dibanding padi jenis varietas lokal yang hanya mampu menghasilkan 5-6 ton/hektar.
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementan Gatot Irianto mengatakan itu saat panen raya padi mikongga di Desa Gambasan Kecamatan Selopampang, baru-baru ini. “Petani sudah harus mampu berfikir maju serta terus mempelajari dan memanfaatkan perkembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan hidup” katanya.
Menurut Gatot menanam padi varietas unggul sangat menguntungkan maka harus selektif dalam memilih jenis tanaman unggul yang akan ditanam. Padi varietas mikongga dapat terus ditanam dan dikembangkan karena telah terbukti lebih menguntungkan.
Bupati Temanggung yang turut menghadiri acara panen raya tersebut mengatakan selama ini Pemkab Temanggung terus berupaya mengembangkan tanaman padi varietas unggul seperti mikongga di sejumlah Kecamatan. Bupati mencontohkan selain Gambasan, di desa Soropadan telah dikembangkan penanaman padi mikongga seluas 100 hektar yang hasilnya berkisar 12 ton gabah kering panen per hektar.
Bupati berharap Kementrian Pertanian terus meluncurkan program pengembangan padi benih unggul dan komoditas pertanian unggulan lainnya di Temanggung agar kesejahteraan petani semakin meningkat.
Rohmat, Ketua Kelompok Tani Makmur Desa Gambasan mengatakan petani merasa terbantu dengan adanya program pengembangan penanaman padi benih unggul mikongga. “Sebelumnya dengan varietas lokal kami hanya mampu menghasilkan 5-6 ton/hektar dan kini melonjak hingga mencapai 10,3 ton/hektar” katanya.
Seusai melakukan panen raya rombongan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian melanjutkan kegiatan ke desa Jetis Selopampang untuk melihat industri pembuatan pupuk organik, budidaya penanaman buncis baby yang dikelola Kelompok Tani Nawa warga desa setempat. (christoper)
