Menjalani Kehidupan Berbekal Sabar
![]()
Oleh: T.Dewi

ilustrasi
Pengertian Sabar
APABILA kita masih suka marah kepada orang lain, maka terlihat bahwa kita belum memiliki sifat sabar. Begitu pula ketika kita mudah tersinggung, kemudian hati menjadi gelisah, marah terpendam, geregetetan memang tidak terlihat oleh orang lain, tetapi itu sudah termasuk belum memiliki sifat sabar.
Sabar sebenarnya berarti berhati lapang, tidak mudah tersinggung, dapat menerima pendapat orang lain yang berbeda dengan pendapatnya sendiri, memiliki wawasan yang luas, tabah menghadapi berbagai cobaan hidup, melaksanakan sesuatu sesuai prosedur tidak tergesa-gesa, tidak picik dan berangasan.
Sebagai perumpamaannya orang yang memiliki kesabaran adalah petani. Petani sebelum memperoleh beras harus menanam kemudian baru memetik padi, perlu pengorbanan yang panjang dengan ketekunan dan kesabaran untuk memperoleh beras. Diawali dari membajak tanah (tanah diolah terlebih dahulu sampai siap menerima benih padi), setelah benih padi disebar, masih harus menunggu sampai tumbuh tunas-tunas pohon padi, baru ditanam di sawah yang luas.
Dalam proses penggarapan awal sampai akhir, seorang petani harus berani bermandi keringat, kehujanan, bertahan dalam lumpur dsb. Setelah tanaman padi tumbuh, masih harus dijaga dari serangan hama, cuaca dan lain-lain, baru setelah padi masak dapat dituai. Setelah panen masih melalui proses pengeringan gabah-gabah, kemudian ditumbuk/digiling untuk melepas kulit gabah, baru menjadi beras. Proses yang panjang yang harus dijalankan dengan ketabahan dan kesabaran.
Begitulah ibaratnya seseorang yang ingin menjalankan kehidupan sampai berhasil perlu memiliki sifat sabar, seperti sabarnya seorang petani yang berani berkorban untuk menghasilkan beras.
Melatih Kesabaran
Apabila seseorang ingin sukses dalam menjalani kehidupan perlu melatih memiliki sifat sabar dengan cara menghindari dari tabiat pemarah dan berwatak kerdil. Mengapa harus dilatih? Oleh karena pada dasarnya setiap manusia memiliki nafsu marah yang biasa disebut nafsu amarah. Nafsu amarah yang negatif dan tidak dapat dikendalikan akan memudahkan seseorang cepat gugup, beringas, berangasan, murka.
Akan tetapi apabila amarah ini diarahkan ke hal positif, membuat seseorang memiliki motivasi atau semangat yang kuat untuk berbuat baik. Jika seseorang tidak memiliki semangat, maka ia akan menjadi orang yang apatis, tidak bersemangat menjalani kehidupannya.
Jadi, amarah perlu dikelola menjadi positif. Ibaratnya amarah itu api, masakan tidak akan menjadi makanan lezat tanpa ada api. Berarti api perlu untuk mematangkan masakan. Tetapi, jika api tidak diarahkan untuk keperluan hidup yang baik, dia akan menghancurkan kehidupan itu.
Amarah adalah sumber kekuatan kerja yang tidak ada putus asanya. Oleh karena maksud atau keinginan manusia tidak akan terwujud tanpa didorong kekuatan kerja itu. Maksud atau keinginan itu bisa baik atau buruk, tetapi terlaksananya tergantung dari amarah yang positif atau negatif.
Melatih sabar berarti juga menekan amarah agar tidak berkembang ke arah negatif, tetapi dijadikan sumber kekuatan kerja yang positif. Cara melatihnya dengan menumbuhkan rasa kasih sayang kepada sesama, diawali dengan menyadari bahwa kita semua makhluk hidup adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, sejatinya kita semua berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan pada waktunya masing-masing.
Untuk itu tidak alasan bagi kita untuk tidak suka kepada makhluk Tuhan yang lain, walau bentuk, rupa, cara hidup berbeda. Kita harus berusaha memahami setiap kehidupan yang memiliki otoritas diri masing-masing, tetapi dalam hidup bermasyarakat kita harus hidup bersama, saling mengasihi, menyayangi, menghormati hak hidup setiap makhluk.
Kesadaran ini juga akan menumbuhkan rasa jujur pada diri kita sendiri untuk menilai diri sendiri, kemudian bagaimana menempatkan diri dalam masyarakat dengan baik. Apabila seseorang telah dapat menempatkan dirinya sesuai dengan posisi, kemampuannya dilandasi rasa menghormati dan menyayangi orang lain, dan hal itu dijalankan secara kontinyu, akan membuat ia terlatih mau menerima pendapat orang lain yang tidak sama dengannya, dan bersabar pada orang lain dan bahkan pada dirinya sendiri.
Manfaat Sabar
Seperti cerita petani di atas, segala pengorbanan akan menghasilkan kegembiraan, begitu pula pengorbanan untuk melatih memiliki sifat sabar akan membuat rasa damai dan bahagia dihati. Jika kesabaran diibaratkan sebagai obat yang pahit atau bahkan menyakitkan tetapi sangat mujarab, hanya dapat ditelan dengan ketabahan dan kekuatan hati, maka akan menyembuhkan penyakitnya. Oleh karena itu, kesabaran yang tanpa putus-putus akan mengantar manusia sampai pada apa yang dicita-citakannya. Itulah manfaat sabar.
Dalam melatih memiliki kesabaran, berlatihlah setapak demi setapak dengan ajek atau kontinyu, jangan tergesa-gesa, ibaratnya berjalanlah dengan tetap agar supaya sampai di tempat yang dituju dengan selamat dan bahagia. ***
