Meninjau Banjir Pencitraan atau Bekerja?

Loading

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Tiga pemimpin penting di republik ini yakni Presiden SBY, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Sekjen Partai Demokrat yang adalah putra bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) beraksi dalam banjir yang melanda Ibukota. Di balik musibah ini, tetap saja sulit dielakkan antara irisan citra dengan tanggungjawab sebagai pemimpin.

Selama Kamis (17/1/2013) pagi hingga siang nyaris tidak ada aksi apapun yang muncul ke publik dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Meski telah datang di Balaikota sejak pukul 08:30, gubernur yang pada Selasa (22/1/2013) pekan depan genap 100 hari menjabat ini tak ada pernyataan yang biasanya kerap dilontarkan ke awak media.

Padahal, saat jarum jam menunjukkan pukul 08:30 itu, sejumlah jalan protokol mulai tergenang banjir seperti bundaran Hotel Indonesia (HI) dan bundaran Bank Indonesia (BI). Di jam-jam itu pula, Jokowi tak memberikan pernyataan sedikitpun ke publik.

Tak berselang lama, BNPB merilis ketinggian air di Pintu Air Manggarai Jakarta Selatan telah melampaui batas ambang yakni 1.000 cm. Sedangkan batas ambang maksimal di ketinggian 950 cm. Jika pintu air tidak dibuka, risikonya, ancaman banjir di Ibukota Jakarta kian sulit dibendung. BNPB juga menyampaikan pesan, Istana siap menerima banjir jika pintu air Manggarai dibuka.

Tak lama kemudian, tampak Presiden SBY memantau banjir di sekitar Istana Negara. Aksi gulung celana yang dilakukan presiden pun menjadi perbincangan hangat para warga tak terkecuali di media sosial.

Jokowi muncul ke publik selepas lohor. Rupanya, pada Kamis (17/1/2013) siang Jokowi menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah pusat yang diwakili Menko Kesra Agung Laksono dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto serta Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Usai rapat, Jokowi mengumumkan Jakarta tanggap darurat hingga 10 hari ke depan. “Antisipasi banjir di Jakarta ini lewat tanggap darurat, sampai 27 Januari (2013),” kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta.

Tak selang lama, Jokowi baru terjun ke lokasi banjir di sekitar Jalan MH Thamrin dan Bundaran HI. Naik gerobak pun menjadi salah satu aksi yang menarik bagi kalangan jurnalis. Jokowi naik gerobak saat melintasi di depan pusat perbelanjaan Sarinah. Ia ditawari warga naik gerobak agar tak basah.

Tak berselang lama dari aksi naik gerobak Jokowi di sekitar Jalan MH Thamrin, Presiden SBY juga mengunjungi tempat banjir di sekitar Rawajati, Kalibata Jakarta Selatan. Tempat ini sebelumnya telah dikunjungi Jokowi. Saat itu, Jokowi membagi buku tulis kepada anak-anak pengungsi.

Kehadiran Presiden SBY di lokasi banjir ini disambut ribuan warga. Seperti tak menyia-nyiakan kesempatan bertemu orang nomor satu di republik ini, warga mengadu atas nasib daerahnya. “Tolong pak. Di daerah ini sering banjir,” keluh seorang warga.

Dalam kesempatan itu, Presiden SBY menyempatkan diri meninjau sungai Ciliwung dengan menggunakan speadboat milik TNI Angkatan Laut.

Begitulah cara SBY dan Jokowi merespons banjir di Ibukota Jakarta. Lazimnya sebagai orang nomor satu di masing-masing tingkatan, kilatan kamera dan sinar cahaya kamera menjadi sahabat karib SBY dan Jokowi. Ada gegap gempita yang mengiringnya. Yang pasti sejuta harapan warga tertuju pada tokoh itu, pemimpin Indonesia dan pemimpin Jakarta.

Harapan yang sama diam-diam juga tertuju pada Wapres Boediono dan Wagub Ahok yang sepanjang hari banjir Jakarta ini senyap tak bersuara dan beraksi. Apa karena hanya seorang wakil? Entahlah, yang pasti keduanya juga dipilih langsung oleh rakyat, satu paket dengan SBY dan Jokowi.

Demikian juga sosok putera bungsu SBY, Ibas menarik perhatian warga Jakarta yang saat ini tengah terkena musibah banjir. Salah satu contohnya adalah warga Gang Arus Dalam, Dewi Sartika, Jakarta Timur yang terkejut melihat sosok Ibas berada ditengah-tengah kawasan banjir.

“Itu anaknya presiden SBY, namanya Ibas, Ibas. Cakep banget kaya bapaknya. Bagus juga Ibas datang malam-malam bikin semangat warga semua,” celetuk salah seorang warga Gang Arus Dalam, Dewi Sartika, Jakarta Timur bernama Suminah, Kamis (17/1/2013).

Merasa tak mau kehilangan momen berharga itu, beberapa warga pun langsung mengerubungi Ibas yang saat itu mengunjungi posko Partai Demokrat di Dewi Sartika, Jakarta Timur. Bahkan warga tak canggung untuk mengabadikannya dengan cara foto bersama.

Ibas sendiri hadir di okasi banjir itu untuk memantau posko-posko yang didirikan oleh Partai Demokrat guna membantu warga yang terkena banjir.

Dalam kunjungannya tersebut, Ibas didampingi beberapa petinggi Partai Demokrat yakni, Bendahara Umum Partai Demokrat Sartono Hutomo dan Ketua Divisi Tanggap Darurat DPP Partai Demokrat Umar Arsal.

Ibas mengatakan, banjir kali ini sangat berpengaruh kepada aktivitas warga Jakarta, sehingga mengakibatkan beberapa kegiatan perkantoran menjadi lumpuh akibat genangan banjir. Meski begitu, dirinya berharap warga yang terkena musibah tetap tabah dalam menghadapi musibah.

“Memang ada beberapa wilayah daerah titik beratkan seperti Jakarta Timut, Jakarta Selatan. Cuman kita fokuskan terlebih dahulu, tapi tetap kita kirim tim dimana banjir melanda untuk membantu saudara-saudara kita,” kata Ibas.
Kedatangan Ibas tidak hanya tangan kosong, ia juga membawa bantuan untuk warga. “Yang jelas kita bawa kebutuhan untuk korban seperti makanan, selimut, alat mandi,makanan bayi, pembalut wanita, pakian dalam dan tim kesehatan. Pasti kita selalu siap membantu kebutuhan korbann” tandasnya. (tim)

CATEGORIES
TAGS