Laju Pasar Obligasi Masih Berpotensi Mengalami Pelemahan

Loading

index

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI), Reza Priyambada memaparkan, kembali maraknya sejumlah sentimen negatif di pekan kemarin membuat laju pasar obligasi cenderung melemah. Pelaku pasar pun berbalik melakukan aksi jualnya memanfaatkan penguatan di pekan sebelumnya.

Meski terdapat rilis positif dari kembali surplusnya neraca perdagangan di bulan Maret namun, belum menjadi sentimen yang cukup kuat untuk membuat laju pasar obligasi bertahan di zona hijaunya.

“Terlihat pergerakan harga obligasi, khususnya harga obligasi Pemerintah yang berbalik negatif yang terefleksi dari kembali naiknya yield yang merata pada seluruh tenor,” kata Reza, Senin (20/4/15).

Penurunan yield rata-rata yang terbesar diraih oleh obligasi tenor menengah (5-7 tahun). Kelompok tenor pendek (1-4 tahun) mengalami kenaikan rata-data yield 14,35 bps; tenor menengah (5-7 tahun) mengalami kenaikan yield sekitar 17,16 bps; dan tenor panjang (8-30 tahun) turut mengalami kenaikan yield hingga 14,49 bps.

Terlihat obligasi pemerintah seri benchmark FR0069 yang memiliki jatuh tempo ±4 tahun berbalik melemah harganya meski tipis hingga 81,02 bps. Sementara dengan FR0070 yang memiliki jatuh tempo ±9 tahun berbalik turun harganya hingga 225,16 bps.

Di pekan kemarin, pemerintah Indonesia telah melaksanakan Lelang Surat Utang Negara (SUN) untuk seri sebagai berikut:

a. Seri SPN12160107 (reopening) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada tanggal 7 Januari 2016;

b. Seri FR0069 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 7,875% (tujuh koma delapan tujuh lima per seratus) dan jatuh tempo pada tanggal 15 April 2019;

c. Seri FR0071 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 9,000% (sembilan per seratus) dan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2029.

Total penawaran yang masuk sebesar Rp10,01 triliun dimana seri FR0071 memiliki penawaran yang masuk lebih tinggi sebesar Rp 4,64 triliun dengan nilai yang dimenangkan ialah sebesar Rp 3,81 triliun.

Di sisi lain, untuk total keseluruhan penawaran yang dimenangkan senilai Rp 8,66 triliun. Total penawaran yang masuk lebih rendah dari total penawaran yang masuk sebelumnya sebesar Rp 15,19 triliun namun, dengan penyerapan kali ini yang lebih tinggi.

Dari tiga seri SUN yang di tawarkan, Pemerintah menyerap seluruhnya. Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan untuk setiap seri antara lain Seri SPN12160107 (5,99%); Seri FR069 (7,25%); dan Seri FR0071 (7,51%). Dari sisi bid to cover ratio memperlihatkan bahwa angka yang paling besar rasionya senilai 1,22x pada seri Seri FR0071 yang berdurasi lebih panjang.

Tampaknya harapan akan berlanjutnya positif tidak terjadi di pekan kemarin. Pelaku pasar kembali melakukan aksi jualnya sehingga menyebabkan pasar obligasi mengalami tekanan.

“Di pekan ini, meski kami masih berharap adanya pembalikan positif namun, laju pasar obligasi masih berpotensi mengalami pelemahan jika data-data ekonomi yang ada tidak cukup membantu berbaliknya pasar obligasi. Kemungkinan laju harga obligasi akan bergerak dengan rentang ±75 hingga 150 bps. Untuk itu, tetap cermati perubahan dan antisipasi sentimen yang ada,” tutur Reza. (angga)

CATEGORIES
TAGS