“Kerja” Jadi Kontrak Sosial Presiden Jokowi
![]()

Kabinet Kerja periode 2014-2019.
JAKARTA, (tubasmedia.com) – Jargon “kerja, kerja dan kerja” menjadi semacam kontrak sosial pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Sebanyak 34 menteri “Kabinet Kerja” Jokowi seusai dilantik langsung kerja, kerja dan kerja. Tidak ketinggalan Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang banyak mendapat sorotan publik.
Rini Soemarno langsung menggarap pekerjaan rumah Kementerian BUMN, mengisi lima pimpinan perusahaan pelat merah yang ditinggalkan direktur utamanya. Kelima BUMN itu PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Pindad (Persero), PT KAI (Persero), serta PT Telkom Indonesia (Persero). Tiga perusahaan BUMN tersebut ditinggal CEO-nya karena dipercaya menjadi menteri, yakni Sudirman Said, Ignasius Jonan dan Arief Yahya.
Ignasius Jonan usai dilantik langung “blusukan” ke ruangan setiap direktorat di Kementerian Perhuibungan dengan menggunakan lift barang dan tangga darurat.
Membabat pelaku illegal fishing menjadi agenda utama Susi. Selain akan membuat nelayan tidak bergantung pada subsidi dalam lima tahun mendatang. Susi juga ingin semua orang di Indonesia menjadi partisipan aktif dalam menjaga kekayaan laut Indonesia.
Menteri yang lain tak mau ketinggalan. Sebut saja Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga yang blusukan ke Pasar Kuliner Pujasera Blok S, Jakarta Selatan, Sabtu (1/11) dini hari. Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, serta Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga blusukan ke Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur. (sis)
