Kemenperin Ajak Generasi Muda Jadi Motor Inovasi dan Penguatan Industri Halal Nasional
![]()
JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kementerian Perindustrian terus memperkuat peran generasi muda dalam membangun industri nasional yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Keterlibatan generasi muda semakin penting di tengah besarnya peluang pengembangan industri halal, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun memperluas penetrasi produk industri Indonesia di pasar global.
Pesan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Kuliah Umum (Inspiring Lecture) bertajuk Make Your Move: Your Journey to the Future of Industry pada rangkaian Industrial Festival 2026.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah dan masa depan industri Indonesia.
Menurutnya, transformasi industri membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga kreatif, adaptif, berani berinovasi, serta mampu membaca perubahan kebutuhan pasar.
“Masa depan industri nasional akan sangat ditentukan oleh kemampuan kita menyiapkan generasi muda yang inovatif dan produktif. Karena itu, kami ingin semakin banyak anak muda tidak hanya menjadi pengguna produk, tetapi juga tampil sebagai pencipta teknologi, inovator, wirausaha industri, dan pemilik jenama nasional yang mampu bersaing di pasar global,” kata Menperin di Jakarta, Kamis (24/9).
Menperin juga menegaskan, industri halal merupakan salah satu sektor yang menawarkan ruang besar bagi generasi muda untuk berkreasi dan membangun usaha.
Potensi tersebut tidak boleh hanya dipandang dari besarnya pasar, tetapi harus diterjemahkan menjadi kemampuan menghasilkan produk halal yang berkualitas, inovatif, berkelanjutan, serta memiliki nilai tambah tinggi.
“Indonesia mempunyai pasar domestik yang sangat besar sekaligus basis industri yang kuat. Ini merupakan modal penting agar Indonesia tidak sekadar menjadi konsumen produk halal, tetapi mampu memperkuat posisi sebagai produsen dan pemain utama dalam rantai nilai industri halal dunia. Di sinilah kreativitas, teknologi, inovasi, dan keberanian generasi muda sangat dibutuhkan,” tutur Agus.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari yang mewakili Menteri Perindustrian saat memberikan Kuliah Umum pada kegiatan Industrial Festival 2026 menyampaikan, kontribusi industri halal terhadap Industri Pengolahan Non Migas (IPNM) mencapai 50,55 persen atau sekitar Rp1.102 triliun.
“Indonesia juga memiliki pasar domestik yang sangat besar, dengan jumlah penduduk muslim sekitar 252,8 juta jiwa atau 87,14 persen dari total penduduk. Estimasi konsumsi rumah tangga masyarakat muslim Indonesia pada semester I 2026 mencapai sekitar Rp5.974,9 triliun,” ungkap Emmy di ICE BSD Tangerang, Kamis (24/9). (sabar)

