Hukum Tidak Tegak, Negara Hancur
![]()
Oleh: Fauzi Azis

Ilustrasi
TINGGAL beberapa hari lagi, kita akan songsong tahun 2012. Tidak ada satu orang manusia-pun di muka bumi ini yang bisa memastikan apa yang akan terjadi di tahun baru itu. Namun yang pasti, bagi siapapun itu, di setiap pergantian waktu, seharusnya selalu dapat kita syukuri. Kesyukuran itu harus kita berikan kepada Tuhan karena beliaulah yang paling berkuasa di alam raya ini. Beliaulah yang menghidupkan dan sekaligus mematikan kita semua.
Rezeki, berkah dan kenikmatan dunia yang lain, Tuhan pula yang mengaturnya. Karena itu, di setiap pergantian waktu, apakah pergantian waktu dari malam ke siang, dari hari satu ke hari yang lain dan dari tahun lama ke tahun baru, apapun yang kita alami sebagai pribadi, sebagai anggota masyarakat, sebagai putra putri warga bangsa dan negara, harus selalu bersyukur.
Kita hidup di Indonesia dan negeri ini telah merdeka selama 60 tahun. Perubahan dan dinamika tentu telah terjadi dalam berbagai situasi, dari yang menyenangkan sampai yang tidak mengenakkan dan kondisi ini harus jujur kita akui. Zaman terus berubah, rezim silih berganti, dari Orla, Orba sampai Orfor dan kita tidak perlu risau dan cemas kalau pada suatu waktu akan lahir orde-orede yang baru, entah apa namanya.
Yang pasti dengan segala kebaikan dan kelemahanya semua “orde” tadi dan yang mungkin akan lahir kemudian, selalu membawa semangat perubahan. Dan yang pasti, perubahan yang kita harapkan adalah perubahan yang membuat hidup kita sebagai pribadi, sebagai rumah tangga, sebagai warga masyarakat dan sebagai warga bangsa dan negara, menjadi semakin lebih baik.
Rasanya semua kita menghendaki hal demikian bisa terwujud. Lantas apa yang harus kita kerjakan agar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara menjadi lebih baik. Agar hidup kita bersama lebih bermartabat dan berperadaban dan tidak gampang cemas dan gamang di setiap akan terjadi perubahan/pergantian waktu?
Pertama, pikiran, hati, spirit dan gaya hidup harus semakin tumbuh dan berkembang ke arah kedewasaan yang paling paripurna, baik secara spiritual, maupun material. Dalam konteks ini maka pikiran, hati, spirit dan gaya hidup kita harus selalu terpimpin, terbimbing dan terkelola oleh landasan etika, moral, agama dan ilmu.
Hidup yang senantiasa terpimpin dengan landasan ini, akan selalu menghasilkan sikap hidup yang elegan tanpa kecemasan yang sangat berlebihan dan emosional. Pesan ini mengisaratkan bahwa masalah pendidikan dalam arti luas harus selalu memperoleh prioritas tinggi di setiap terjadi pergantian waktu, rezim dan orde dengan tujuan agar kita bisa menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya.
Kedua, kita semua memiliki kewajiban yang sama untuk senantiasa berkarya dan berprestasi di bidang apapun dan sekecil apapun kontribusi yang dapat diberikan, yang penting karya dan prestasi tersebut senantiasa bermanfaat bagi kehidupan dan kemaslahatan bersama.
Pemerintah, dunia bisnis dan masyarakat harus mengupayakan agar proses tersebut dapat kita raih. Tercapainya harmoni kehidupan bak orchestra dimana pemerintah, dunia bisnis dan masyarakat saling bekerjasama dan bekerja bersama untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih gemilang secara ekonomi, politik dan kebudayaan.
Inilah yang kemudian membawa Indonesia ada di tengah-tengah dunia dan membawa dunia ada di tengah Indonesia. Inilah sesungguhnya yang kita harapkan untuk menjadikan bangsa ini memiliki dignity.
Ketiga, demokrasi politik yang sudah kita bangun harus menjadi faktor stimulan bagi berkembangnya kreatifitas dan inovasi seluruh masyarakat untuk dapat berkarya dan berprestasi di berbagai bidang secara produktif dan berlanjut untuk menciptakan nilai tambah kehidupan yangg makin berkualitas bagi rumahtangganya, masyarakatnya, bangsa dan negaranya.
Demokrasi politik yang baik dan proses desentralisasi yang efektif adalah yang memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi rakyat untuk melakukan proses emansipasi dalam pelaksanaan pembangunan dengan memberdayakan rakyat untuk ikut mengelola evolusi perubahan yang akan melahirkan kesejahteraan dan kemakmuran.
Pemerintah secara produktif terus menyediakan lingkungan yang kondusif bagi wirausaha, tempat bakat baru dapat lahir dan berkembang. Masyarakat dan pemerintah harus bisa harmonis mengelola proses evolusi perubahan yang sedang kita jalankan untuk mencapai Indonesia ysejahtera, adil dan makmur berlandaskan rasa saling percaya.
Rakyat memberi kepercayaan kepada para pemimpin untuk menciptakan kesempatan bagi kehidupan yang lebih baik dan pemimpin memberi kepercayaan kepada rakyat untuk menjadi tenaga penggerak dalam prosesnya. Ini sejatinya esensi dari demokrasi dan desentralisasi.
Kelima, di bidang hukum tentu kita harus dapat mengerti dan memahaminya dengan benar dan obyektif. Hukum harus memberikan kepastian bagi semua pihak tanpa kecuali. Hukum harus dapat menjamin perlindungan hukum bagi seluruh lapisan masyarakat apapun kedudukannya.
Hukum harus ditegakkan, kalau tidak, negara ini akan hancur. Seluruh tatanan kehidupan yang sudah dibahas sebelumnya akan menjadi rusak karena aturan mainnya bisa dilanggar seenaknya saja. Tahun depan atau tahun depannya lagi dan seterusnya, perubahan dan dinamikanya akan selalu saja terjadi.
Persoalan kita sekarang adalah jangan lagi kita berorasi tentang benar atau salah, yang lebih penting adalah mari kita berkarya, berprestasi, bekerjasama dan bekerja bersama membangun negeri ini tanpa harus cemas dan gamang untuk memperbaiki yang masih dianggap keliru dan salah, mengelola yang sudah dianggap benar yang tujuan akhirnya adalah agar bangsa ini menjadi damai, tentram, sejahtera dan makmur.
Menyongsong tahun 2012, 2013 maupun 2014 atau tahun-tahun selanjutnya tidak ada hal yang mencemaskan karena cemas itu adalah kondisi psykologis saja dan bahkan mungkin hanya sebuah fatamorgana saja. Tahun 2012 yang sebentar lagi tiba, biarkan saja dia datang karena memang sudah waktunya datang dan kedatangannya akan membawa manfaat bagi kehidupan kita atau sebaliknya tergantung dari kita.
Kalau mau kita isi dengan hal-hal yang baik, pasti akan menghasilkan kebaikan dan kemanfaatan. Tetapi kalau sebaliknya, hampir pasti akan mendatangkan kemudlaratan dan bahkan bisa memporakporandakan kehidupan.
Pasti kita akan memilih yang pertama dan oleh sebab itu, hal yang paling arif untuk kita kerjakan bersama adalah memperbaiki/menyempurnakan seluruh infrastruktur kehidupan bangsa ini menjadi semakin baik. Soft infrastructure maupun hard infrastructure harus menjadi lebih baik. Paling tidak ada lima hal yang paling pokok dikerjakan, yaitu; infrastruktur pendidikan, infrastruktur ekonomi, infrastruktur politik, nfrastruktur hukum dan infrastruktur pedesaan.
Perbaikan itu terus menerus harus dikerjakan oleh rezim manapun karena di kelima bidang itu masih banyak hal yang harus diperbaiki. Semoga di tahun baru yang tinggal dua hari lagi akan datang, pelan tapi pasti, sikap dan perilaku serta semangat kita untuk berkarya, berprestasi, bekerjasama, bekerja bersama dan tumbuhnya rasa saling percaya antara rakyat dan pemimpinnya atau pemimpin yang dipercayai rakyat, nampak akan tumbuh dan mekar sebagai sebuah energi baru untuk membangun Indonesia yang gemah ripah tototentrem kartoraharjo.***
