Diduga, 90 Persen beras Operasi Pasar masuk Gudang

Loading

ahok

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menduga 90 perasen beras yang dijual melalui Operasi Pasar (OP) masuk ke dalam gudang para agen beras.

“Kami sudah minta kalau ada operasi pasar, mereka (warga) harus beli beras dengan kartu ATM. Kami tidak ingin nanti warga yang beli beras di operasi pasar itu enggak ketahuan” kata Basuki, di Balai Kota, Senin (23/2/2015).

Menurut Ahok apabila tidak menggunakan sistem non tunai, Basuki menduga beras-beras murah itu ditimbun oleh para agen untuk dijual kembali. Beras murah yang tersalurkan ke warga kurang mampu hanya 10 persen. Sementara 90 persen beras murah sisanya akan masuk gudang para agen.

Beras yang akan dijual di warung kelontong maupun koperasi pasar, pinta Ahok harus dibeli dengan kartu ATM. “Nanti dari bank akan keluar cashless bank system dan bisa mengetahui siapa saja yang beli beras,” kata Basuki.

Ahok tidak ingin mencurigai adanya permainan jual beli beras murah . Dia hanya mengingatkan, jika ada pihak yang menolak sistem pembelian beras non tunai, itu berarti ada permainan.

Kepala Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan DKI, Joko Kundaryo mengatakan harga beras di Jakarta sedang mahal. Saat ini harga jual beras jenis medium di Jakarta mencapai Rp12 ribu per kilogram.

Sedangkan harga beras premium bisa di atas Rp15 ribu. Tak hanya semakin mahal, beras juga sulit ditemukan di pasaran. Kelangkaan beras di Jakarta terjadi karena kurangnya pasokan beras dari daerah penghasil beras.

Beras akan disalurkan melalui operasi pasar dalam hari-hari mendatang. “Kami sedang mendata jumlah kecamatan dan kelurahan yang membutuhkan,” katanya. (siswoyo)

CATEGORIES
TAGS