Dampak Tarif Trump, Ekspor Tekstil Indonesia Sebaiknya Dialihkan ke Pasar Eropa
![]()

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan pengenaan tarif 32% dari pemerintah Amerika Serikat (AS) yang berlaku mulai 1 Agustus 2025 akan berdampak signifikan pada industri tekstil.
“Skenario untuk industri tekstil memang tidak cukup menyenangkan dampaknya. Karena industri tekstil itu sangat bergantung dengan pasar Amerika, bahkan sampai 60%-70%,” kata Peneliti Departemen Ekonomi CSIS Indonesia, Riandy Laksono dalam diskusi ‘Merespons Kebijakan Tarif Trump: Mendayung di Antara Banyak Karang’, dikutip Jumat (11/7/2025).
Namun, di balik itu semua masih ada secercah harapan bagi industri tekstil. Menurut Riandy, secara default [bawaan] ekspor tekstil Indonesia banyak di ekspor ke AS. Akan tetapi, permintaan konsumen terbesar di dunia ini itu sebenarnya Eropa.
“Ini optimismenya, jadi sebenarnya masih bisa dialihkan ke negara maju lain. Karena biasanya yang konteks perdagangannya, kita mengekspor yang kita ahli yaitu padat karya mereka ekspor yang mereka ahli juga yaitu padat modal dan padat teknologi,” jelasnya.
“Memang saya bilang tidak akan terlalu gampang karena semua juga melihat ke situ, ke dunia Eropa. Tetapi saya rasa memang tidak ada pilihan lain selain dunia Eropa,” tambahnya.
Selain itu, tarif Trump ini akan berdampak karena adanya transshipment. Transshipment merupakan eksportir China yang menggunakan negara Asia sebagai Tenggara sebagai media untuk mengirim produk ke AS demi menghindari tarif tinggi.
“Jadi game-nya adalah sekarang siapa cepat-cepat untuk kemudian deal dengan Eropa untuk perjanjian perdagangan bebas). Tapi buat saya, dengan Eropa masih agak penting FTA-nya karena biasanya nggak ada diskriminatori deal,” pungkasnya.
Sebagai catatan, barang tekstil lainnya menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia ke AS. Sepanjang Januari-April, nilainya adalah US$ 25,51 juta dan AS menjadi negara tujuan ekspor utama.
Kemudian pakaian jadi (konveksi) dari tekstil juga menjadi salah satu produk andalan ekspor Indonesia ke AS. Pada 4 bulan pertama 2025, nilainya mencapai US$ 1,27 miliar di mana AS adalah negara tujuan ekspor teratas.
Pakaian rajutan juga menjadi andalan ekspor Indonesia ke AS. Selama Januari-April, ekspor produk ini bernilai US$ 205,85 juta. AS lagi-lagi menjadi negara tujuan ekspor utama.
Sepatu olahraga juga adalah produk andalan Indonesia di pasar AS. Sepanjang Januari-April, ekspor komoditas ini bernilai US$ 524,84 juta dan AS menjadi pasar ekspor terbesar. Lalu, ada alas kaki untuk keperluan sehari-hari, di mana ekspor Indonesia ke AS bernilai US$ 312,83 juta.(sabar)
