Batam, Kota Gersang
![]()

GERSANG- Salah satu sudut jalan raya di Kota Batam, jalur hijaunya tampak gersang tanpa ada satu pohonpun yang ditanam. Foto diabadikan, Jumat 300525, siang. -tubasmedia.com/sabar hutasoit
BATAM, (tubasmedia.com) – Anggota DPRD Kota Batam, Tumbur Hutasoit menyebut warga Batam keseluruhannya adalah warga yang taat hukum dan sangat disiplin.
Namun mereka biasanya dapat dipengaruh dari sikap dan gaya hidup pemerintah, baik itu pemerintah pusat, provinsi dan kota serta kabupaten.
‘’Walau pada dasarnya seluruh warga disiplin dan taat hukum, tapi jika pihak pemerintah tidak konsisten dalam menjaga disiplin dan tak taat hukum, warga biasanya akan terbawa arus,’’ kata Tumbur dalam obrolan dengan tubasmedia.com di Batu Aji, Batam, Kepri Jumat siang.
Sebelumnya kader Partai Hanura itu berbicara dalam kaitan menjaga kebersihan kota dan melestarikan alam serta penegakan hukum dan menjaga tertib berlalulintas.
Jika aparat pemerintah tingkat kota dan kabupaten saja tidak tertib menjaga kebersihan kota dan melestarikan alam serta menertibkan lalulintas, jangan harap warga mau disiplin.
‘’Artinya, jika pemerintah ingin Kota Batam bersih, asri dan lalulitasnya tertib, pihak pemerintah sendiri harus memberi contoh yang benar,’’ katanya.

Soal Penghijauan
Soal penghijauan kota, menurut Tumbur, tidak pernah terlihat sikap dan tindakan pemerintah setempat melestarikan alam melalui pemeliharaan tanaman di jalur-jalur hijau bahkan terkesan dibiarkan saja pohon-pohon dan tanaman lainnya gersang.
Demikian juga kebersihan. Hampir dimana-mana terlihat tumpukan sampah.
Sementara itu tentang penegakan hukum, kata Tumbur, Indonesia butuh tokoh-tokoh aktivis untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan. Walau terdengar agak sinis, para aktivis itu perlu kita dukung karena umumnya teriakan mereka itu adalah teriakan yang ingin menegakkan kebenaran dan keadilan.
Karena itu kata dia, para aktivis yang sering melontarkan kritik tajam ke pihak pengambil keputusan juanganlah dibenci tapi apa yang disuarakan sebaiknya dijadikan masukan yang berharga sebagai alat koreksi kepada para pihak yang sedang berkuasa
‘’Saya pun sebagai anggota dewan tidak pernah risih terhadap kritikan yang dilontarkan oleh siapun sebab melalui kritikan itu saya bisa tahu dan faham dimana kelemahan saya untuk segera bisa saya benahi. Jadi jangan ada yang anti kritik. Silakan saja….’, katanya. (sabar)
