Waspada! Tingkat Kebakaran di Jakarta Cenderung Meningkat
![]()

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Tingkat kebakaran di Jakarta cenderung meningkat tiap tahun. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) DKI Jakarta, jumlah kebakaran tahun 2012 hanya 490 kejadian. Tetapi pada tahun 2013 meningkat menjadi 542 kejadian dan tahun 2014 hingga awal Oktober saja sudah mencapai 557 kejadian.
Penyebab kebakaran terbanyak adalah akibat hubungan pendek (korsleting) listrik. Penyebab yang lain akibat kompor atau tabung gas meledak, puntung rokok dan berbagai jenis kelalaian manusia lainnya. Selain menimbulkan korban jiwa meninggal, juga kerugian material yang cukup besar, termasuk harus mengungsi karena tempat tinggal ludes terbakar.
Lokasi kebakaran umumnya tempat permukiman yang padat serta bangunan yang berusia tua, serta bahan bangunan yang rawan api. Antara lain yang menonjol kejadiannya adalah di daerah Cengkareng, Kalideres di Jakarta Barat, Pejagalan dan Penjaringan di Jakarta Utara, Ciracas dan Cakung di Jakarta Timur.
Memang sudah waktunya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menata permukiman padat, agar korban penduduk tidak terus berjatuhan. Umumnya, permukiman padat dihuni masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga segala daya upaya dilakukan untuk menekan biaya hidup. Antara lain pemakaian sambungan dan kabel-kabel listrik yang murah yang tidak memenuhi standar keamanan, sehingga rawan kebakaran. Ada pula instalasi listrik yang sudah tua, tak pernah direhabilitasi. Sakelar bertumpuk-tumpuk, dan lain-lain. Tampaknya pihak PLN tidak pernah melakukan sidak ke lapangan, apalagi setelah pembayaran rekening pelanggan hanya lewat ATM atau sekarang pakai voucher pulsa dibayar di muka.
Kondisi memasak selain menggunakan kompor yang murah dan tabung gas serta perlengkapan yang asal ada, juga ruangan dapur yang sempit serta ventilasi yang nyaris tidak ada, menambah hawa panas tinggi dan menjadi rawan kebakaran. Peduli kebakaran harus terus disosialisasikan kepada masyarakat.
Relokasi warga dari daerah kumuh dan reposisi tata ruang dengan pembangunan rumah deret oleh Pemprov DKI akhir-akhir ini, patut diacungi jempol untuk mengurangi berbagai bencana bagi warga kota, baik banjir atau kebakaran. (anthon)
