Tentang Susanah, Prabowo yang Salah Atau Pemberi Informasi

Loading

 

 

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Nama Susanah mendadak menjadi perbincangan publik setelah sosoknya disebut Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI, kemarin.

Bukan hanya kisah hidupnya yang menarik perhatian, publik justru ramai memperbincangkan pekerjaan Susanah.

Pasalnya, dalam pidatonya, Prabowo menyebut Susanah sebagai buruh harian yang mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram.

Pernyataan tersebut kemudian memicu rasa penasaran di media sosial. Bahkan, muncul perbincangan mengenai lowongan kerja mengupas bawang agar bisa seperti Susanah.

Pegiat Medsos, Chusnul Chotimah, mengaku penasaran dengan pekerjaan Susanah yang disebut mendapatkan bayaran Rp700 ribu untuk setiap kilogram bawang yang dikupas.

Ia mempertanyakan apakah angka tersebut benar merupakan upah yang diterima Susanah atau terdapat kekeliruan dalam penyampaian informasi.

Susanah Kerjanya Apa?

“Jadi sebenarnya ibu Susanah itu kerjanya apa? Berapa sebenarnya upah ngupas bawang 1 kg?,” ujar Chusnul, Minggu (16/8/2026).

Chusnul juga mempertanyakan sumber informasi yang digunakan pemerintah ketika menyiapkan materi pidato Presiden.

Dikatakan Chusnul, perlu ada penjelasan apakah pernyataan mengenai pekerjaan dan upah Susanah berasal dari data yang keliru atau terjadi kesalahan ketika informasi tersebut disampaikan kepada Presiden.

“Presiden yang salah menyampaikan atau anak buahnya yang salah kasih data?,” tukasnya.

Ia kemudian mempertanyakan tindak lanjut atas persoalan tersebut. Tidak berhenti pada persoalan sumber data, Chusnul juga ingin mengetahui apakah kekeliruan informasi tersebut sudah diklarifikasi oleh pihak terkait.

Hal Memalukan

“Apakah sudah terjawab? Apa ada yang disanksi terkait hal memalukan ini?,” cetusnya.

Pertanyaan itu disampaikan Chusnul seiring semakin luasnya perhatian publik terhadap sosok Susanah.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Susanah dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan kondisi Susanah yang disebut berasal dari Kabupaten Bogor dan bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang.

“Hari ini hadir bersama kita Ibu Susana dari Kabupaten Bogor,” ujar Prabowo diiringi tepuk tangan para pejabat negara dan tamu undangan.

“Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah 700 ribu rupiah per kilogram,” tambahnya.

Prabowo juga menyebut Susanah mendapatkan dukungan melalui sejumlah program bantuan pemerintah.

“Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya,” jelasnya.

Wanita dari NTT

Dalam pidato yang sama, Prabowo turut memperkenalkan sosok lainnya, yakni Margaret Lita Roy dari Kupang, Nusa Tenggara Timur.

“Hadir pula Ibu Margaret Lita Roy dari Kupang, Nusa Tenggara Timur,” ucap Prabowo.

“Sejak kecil ia hidup dalam kesulitan dan tidak pernah menyenyam pendidikan,” sambung dia.

Prabowo menyebut Margaret pada usia 38 tahun masih berdagang sekaligus merawat tantenya yang telah berusia 80 tahun.

“Pada usia 38 tahun, ia masih berdagang serta merawat tantenya yang sudah berusia 80 tahun,” imbuhnya.

Menurut Prabowo, bantuan sosial yang diterima Margaret menjadi salah satu penopang keluarganya.

“Bantuan sosial atensi berupa beras dan minyak menjadi penopang keluarganya,” tandasnya.

Lebih jauh, Prabowo bilang bahwa kehadiran negara semestinya memperkuat perjuangan masyarakat, bukan menggantikan kerja keras mereka.

“Negara hadir bukan untuk menggantikan kerja keras rakyat negara hadir agar kerja keras rakyat tidak sia-sia,” kuncinya.(sabar)

 

 

 

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS