Tender Secara Elektronik Efisienkan Anggaran

Loading

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

BANDUNG, (Tubas) – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan manfaat implementasi e-Procurement sangat signifikan, antara lain mendapatkan vendor yang lebih berkualitas, meningkatkan efisiensi, memudahkan pertanggungjawaban, memudahkan monitoring dan evaluasi, dan terutama menghindari korupsi.

Heryawan menegaskan, kunci sukses implementasi e-Procurement adalah komitmen pimpinan dengan memberikan dukungan kebijakan/regulasi, kelembagaan, personel, serta sarana dan prasarana. Bahkan Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Jawa Barat berhasil meraih penghargaan 3 kali berturut-turut sejak tahun 2009.

“Implementasi e-Procurement merupakan salah satu agenda reformasi birokrasi yang saya tetapkan sejak tahun 2008 di awal menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Dan pada saat peresmian LPSE 1 Juli 2008, saya mencanangkan pada 2009, 75% pengadaan barang dan jasa harus menggunakan e-Procurement.

Dan hingga kini LPSE Jabar meraih penghargaan terbaik 3 kali berturut-turut,” ungkap Heryawan saat mewakili Indonesia dalam menyampaikan pengalaman penerapan e-proc di Jawa Barat pada acara Asia-Pasific Conference on Electronic Government Best Practice Electronic Government Procurement Implementation in Indonesia, di Hotel Intercontinental, Jimbaran Bali.

Menurut Heryawan, proses tender secara elektronik memberikan kontribusi efisiensi anggaran.  Hal itu dibuktikan efisiensi yang diperoleh pada 2009 sebesar 18,73%, di antaranya pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat  sebesar 18,11%, dan secara nasional sebesar 16,52%.

Pada 2010 tingkat efisiensi sebesar 15,41%, di antaranya pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar 13,60%, dan secara nasional sebesar 10,69%. Sedangkan pada 2011, untuk paket yang telah selesai tingkat efisiensi mencapai 17,78%, di antaranya pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar 14,67%, dan secara nasional sebesar 11,50%. Hal itu disampaikannya saat sesi kedua paparan terkait dengan strategi penerapan e-proc yang menghadirkan pembicara dari RRC dan Thailand. (damanik)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS