Telkom Bagikan Dividen Tunai Rp 6,3T
![]()
Laporan: Redaksi
Telkom Indonesia
BANDUNG, (Tubas) – Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno mengatakan, sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) 19 Mei 2011, maka pembayaran dividen tunai untuk Tahun Buku 2010 sebesar 55% dari laba bersih atau Rp 6.345.349.664.817.
Pembayaran dividen sudah termasuk jumlah dividen sementara (dividen interim) yang telah dibagikan kepada para pemegang saham 11 Januari 2011 berdasarkan keputusan Rapat Direksi yang telah disetujui oleh Dewan Komisaris 1 Desember 2010 sebesar Rp 526.157.112.865 atau Rp 26,75 per saham.
Dengan demikian, jumlah dividen final yang masih akan dibayarkan kepada pemegang saham berjumlah Rp 5.819.192.551.952 atau minimal Rp 295,84 per saham berdasarkan jumlah saham yang telah dikeluarkan setelah dikurangi jumlah saham yang telah dibeli kembali oleh Perseroan yang saat ini berjumlah 490.574.500.
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Dividen Tunai Tahun Buku 2010 akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan (recording date) pada 16 Juni 2011 sampai dengan pukul 16.00 WIB dan atau pemilik saham Perseroan pada Sub Rekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan pada 16 Juni 2011.
Sedangkan untuk Pemegang Saham American Depository Share berlaku peraturan New York Stock Exchange dan dividen tunai akan dibayarkan melalui Bank Kustodian yang ditunjuk oleh The Bank of New York-Mellon sesuai dengan jumlah yang tercatat pada Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 16 Juni 2011 untuk dividen tunai tahunan.
Bagi Pemegang Saham yang sahamnya dimasukkan dalam Penitipan Kolektif di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), maka dividen tunai akan dibayarkan melalui KSEI dan akan didistribusikan ke dalam rekening Perusahaan Efek atau Bank Kustodian pada 1 Juli 2011. Bukti pembayaran dividen tunai akan disampaikan oleh KSEI kepada Perusahaan Efek atau Bank Kustodian di mana pemegang saham membuka rekeningnya. (iwan p)
