Tak Ada Alasan RS Tolak Pasien Gakin
![]()
Laporan: Redaksi

Ilustrasi
BOGOR, (Tubas) – Banyaknya pasien keluarga miskin (Gakin) yang tak tertangani akibat ruangan kelas III rumah sakit penuh, menurut anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil III Eti Sunarti, tak bisa jadi alasan bagi setiap rumah sakit untuk menolak pasien.
“Meski ruangan kelas III penuh, tak ada alasan pihak rumah sakit menolak pasien. Pihak rumah sakit wajib memberikan pertolongan pertama kepada pasien, apalagi yang dalam kondisi darurat,” kata Eti.
Ia menjelaskan, pihak rumah sakit bisa memberikan beberapa alternatif solusi, jika ruangan kelas III penuh.
“Kan bisa sementara dirawat di ruang transit atau ruangan kelas I dan II, baru besoknya dipindahkan. Atau berkoordinasi dengan rumah sakit lain. Apalagi dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 1999 tentang Rumah Sakit, setiap rumah sakit wajib menyediakan kuota 20 persen untuk pasien miskin,” tegasnya.
Berdasarkan hasil kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemkab Bogor dan hasil rapat koordinasi Komisi D dengan Dinas Kesehatan, RSUD, dan PT Akses, Eti mengungkapkan, kondisi sekarang ini semua rumah sakit kekurangan ruang kelas III.
“Hampir 90 persen lebih pasien yang antre ke rumah sakit itu pasien kelas III, seperti terjadi di RSUD Ciawi, RSUD Cibinong, dan Puskesmas Cigombong. Makanya, Pemkab Bogor harus mendahulukan pembangunan ruang kelas III setiap RSUD dan mengesampingkan dulu ruangan kelas I dan II,” papar Eti.
Sementara itu, Direktur RS Bhakti Medicare Cicurug, Sukabumi, Supriyadi Setiawan, mengemukakan, sejak lama pihaknya sudah mengajukan kerja sama kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor terkait pelayanan pasien pemilik kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
“Tapi tak ada jawaban sampai sekarang. Padahal PT Akses sudah OK. Nah, walaupun lokasi rumah sakit kami di luar wilayah Kabupaten Bogor, tapi adanya di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Setiap hari banyak pasien dari Kecamatan Ciawi, Caringin, Cigombong, dan Cijeruk yang dirawat di RS Bhakti Medicare. Mereka harus di-cover juga,” ungkap Supriyadi. (syamsul/sukron)
