Suasana Rumah Mewah Milik Koruptor TOP, Sepi tak Ada Penghuni, Usai OTT KPK
![]()

MEDAN, (tubasmedia.com) – Suasana rumah mewah diduga milik Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sumatera Utara (Sumut), Topan Obaja Putra Ginting (TOP) terlihat sepi.
Terlihat rumah berlantai dua yang berada di Perumahan Royal Sumatera, Cluster Topaz, Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, menunjukkan tidak ada aktivitas.
Pintu gerbang berwarna hitam terkunci rapat dengan gembok.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa KPK berencana melakukan penggeledahan di rumah tersebut setelah sebelumnya melakukan pemeriksaan di kantor Dinas PUPR Sumut di Jalan Sakti Lubis, Medan Amplas, Selasa (1/7/2025).
Penjaga keamanan di Cluster Topaz mengatakan rumah Topan Ginting ini sudah tidak dihuni.
“Usai ditangkap rumah itu sudah ditinggalin, gak ada penghuninya lagi, kosong rumahnya,” kata penjaga keamanan yang tidak mau disebut namanya, Selasa (1/7/2025) sekira pukul 14.00 WIB.
KPK telah menangkap 5 orang yang terlibat korupsi proyek jalan. Sebanyak 5 orang ditangkap di Madina, Sumut.
Untuk sementara ini, Komisi Pemberantasan Kerupsi (KPK) telah menetapkan lima orang sebagai tersangka usai operasi tangkap tangan (OTT) di Sumatera Utara (Sumut), Jumat (27/6/2025).
Adapun kelima tersangka adalah:
- Topan Obaja Putra Ginting (TOP) selaku Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumut.
- Rasuli Efendi Siregar (RES) selaku Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Sumut, merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
- Heliyanto (HEL) selaku PPK Satker PJN Wilayah I Provinsi Sumut.
- M Akhirun Efendi Siregar (KIR) selaku Direktur Utama PT Dalihan Natolu Group (DNG).
- M Rayhan Dulasmi Pilang (RAY) selaku Direktur PT RN. Rayhan juga merupakan anak dari Akhirun.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Sumut, Selasa (1/7/2025).
Penggeladahan ini dilakukan karena lanjutan dari pemeriksaan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang membuat Kepala Dinas PUPR Topan Obaja Ginting ditetapkan sebagai tersangka.
Ada tiga polisi yang berjaga di pintu masuk kantor PUPR Sumut. Mereka lengkap memakai atribut dan membawa sebuah pistol di badannya.
Lalu ada tiga mobil yang dikendarai oleh pihak KPK saat tiba di lokasi Kantor PUPR Sumut.
“Pemeriksaan sudah dilakukan setengah jam lalu,” ucap satu diantara seorang polisi yang berjaga dan enggan menyebutkan namanya.
Menurutnya ada lebih dari enam anggota KPK yang masuk ke dalam ruangan itu.
“Lebih dari enam orang,” tuturnya.
Namun hingga saat ini kondisi kantor PUPR Sumut tetap tertib dan aman. Tetapi tidak ada petugas satpam yang berjaga di pintu masuk kantor PUPR Sumut.
Hingga berita ini diterbitkan, penggeledahan masih terus berlangsung.(sabar)
