Siswa di Papua Tetap Tolak Program MBG, “Kami Butuh Pendidikan Gratis Bukan Makan Gratis !!!”

Loading

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Aksi siswa protes menolak Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Papua terus berlanjut.

Ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan kembali turun ke jalan pada Senin, 24 Februari 2025 menuntut pemerintah lebih memprioritaskan pendidikan gratis daripada bantuan makanan

Sejak pagi, massa aksi berkumpul di Lapangan Karel Gobai, Kabupaten Paniai, sebelum melakukan long march ke kantor pemerintahan setempat.

Dengan mengenakan seragam sekolah, mereka membawa spanduk bertuliskan “Tolak MBG! Kami Butuh Sekolah, Bukan Sekadar Makan” dan “Pendidikan adalah Kunci Masa Depan Papua”.

Dalam unggahan pengguna X, @vyeimo83, tampak puluhan siswa SMA turun ke jalan membawa poster dengan berbagai tuntutan. “Pendidikan Gratis Lebih Penting daripada Makanan Gratis” menjadi salah satu pesan yang paling menonjol dalam aksi ini.

Seorang peserta aksi, Yulianus Wonda, mengungkapkan bahwa kondisi sekolah di daerahnya masih jauh dari layak.

“Kami belajar di ruang kelas yang rusak, buku pelajaran terbatas dan guru sering tidak ada. Pemerintah bilang peduli, tetapi yang kami butuhkan bukan makanan gratis, melainkan pendidikan berkualitas,” katanya.

Di media sosial, dukungan terhadap aksi ini semakin besar. Tagar #PendidikanGratis dan #IndonesiaGelap masih trending

“Yang di Papua lebih mengerti mana yang lebih dibutuhkan (pendidikan gratis dibandingkan makan gratis) daripada di daerah lain. Mereka tahu bahwa selama ini diperlakukan tidak adil. Jangan heran jika mereka menuntut merdeka.” tulis salah satu netizen

Sementara itu, pengguna X lain menilai tuntutan para pelajar sangat beralasan.

“Mereka berbicara berdasarkan pengalaman nyata. Pendidikan di Papua masih tertinggal, dan pemerintah harus lebih fokus ke sana sebelum membuat program lain,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi ini. Namun, meningkatnya tekanan publik mendorong banyak pihak mendesak evaluasi terhadap kebijakan MBG.

Aksi protes ini diperkirakan akan terus berlanjut dan berpotensi meluas ke daerah lain di Papua.(sabar)

CATEGORIES
TAGS