Saatnya Premium Bersubsidi Dihapus ?

Loading

271214-nas9

 

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ketua Tim Pemberantasan Mafia Migas Faisal Basri menilai sudah waktunya pemerintah menghapus peredaran bahan bakar minyak Ron 88 ( premium) bersubsidi. Menurut dia selama ini bahan baku premium berasal dari Ron 92 yang diolah dan diubah menjadi Ron 88.
Proses pengadaan Ron 88 selama ini berpotensi memicu praktik nakal mafia migas. Sebaiknya pemerintah menjual Ron 92 untuk premium karena perhitungan dan persediannya jelas. Cara paling efektif untuk memberangus praktik mafia migas.
“Cara paling mudah singkirkan setan-setan. Caranya membuat ruangan terang sehingga setan nggak berani. Caranya, memindahkan Ron 88 ke Ron 92 dan membuat buat pasar sehat. ” kata Faisal dalam diskusi di Waroeng Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (27/12/2014).
Dengan skema perhitungan dan pasokan produk yang jelas maka ruang gerak mafia migas bisa dieliminas.Selain itu, harga keekonomian premium subsidi sudah mendekati harga BBM non subsidi dengan Ron 92.
“Ini momen bagus. Pemerintah untung harus hilangkan premium. Rakyat bisa dapat bensin lebih baik dengan harga sama,” jelasnya. Pertamina sudah siap memasok BBM atau bensin dengan Ron 92. Alasannya Pertamina memiliki bahan baku yang bisa membuat dan mengolah bensin dengan Ron 92. (edi s)

CATEGORIES
TAGS