Peran Orang Tua terhadap Anak
![]()
Sikap Ayah Ibu
Sebagai bangsa yang berbudaya, di mana pembinaan budi pekerti dikembangkan atas aspek-aspek biologis manusia yang mengarah kepada budi luhur, maka seorang ibu (wanita) sebagai pendidik pertama dan utama didukung dengan suami (calon ayah) yang susila dapat mempersiapkan diri dengan bersama-sama mengendalikan diri dengan selalu berbuat baik.Dengan demikian perkembangan mental ibu mengarah pada tingkat budi yang luhur. Ia tidak terbelenggu oleh keinginan yang aneh-aneh, dapat menerima kenyataan, dan tenang dalam menyosong kehadiran sang buah hati.
Pengendalian diri bagi pasangan suami istri yang ingin memiliki keturunan adalah pengendalian nafsu yang mengarah pada keburukan dan untuk menumbuhkan watak utama yang dilandasi dengan kepercayaan yang benar. Nilai positifnya akan mempunyai kemampuan untuk mengatasi nafsu-nafsu khewani dan menekan rasa egois. Apabila calon ayah dan ibu mampu mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur akan bermanfaat bagi keturunannya. Diharapkan kelak anak akan menjadi anak yang handal, tangguh menghadapi tantangan jaman dan patuh pada kedua orang tua, berbakti kepada Tuhan, nusa bangsa dan negaranya.
Simpulan
Pembinaan mental yang dipersiapkan ayah dan ibu sejak bayi dalam kandungan ibu sampai lahir ke dunia, melalui bimbingan yang baik di bidang mental yang mengarah kepada pembentukan budi pekerti yang luhur, akan menjadi proses yang baik untuk persiapan lahirnya seorang bayi. Bayi yang selama dalam kandungan ibu secara sadar telah dididik oleh ibunya pada umumnya setelah besar (menjadi anak) tidak akan banyak menimbulkan kesulitan, baik dalam lingkungan keluarga maupun di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Bahkan mereka tidak termasuk golongan anak yang dirasakan sebagai beban bagi keluarga dan masyarakat, tidak jarang sejak kecil mereka menjadi penurut, bakti terhadap orang tua serta berwatak utama, bahkan akan menjadi penghibur dalam rumah tangga yang membanggakan. ***
