Pengusaha Sawit Dorong Pemerintah Utamakan Ekspor Minyak Sawit Ketimbang Program Biodiesel

Loading

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pengusaha sawit yang terkumpul dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mendorong pemerintah untuk lebih mengutamakan ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya, ketimbang program biodiesel untuk transisi energi.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyampaikan, angka ekspor sawit dan produk turunannya seperti minyak sawit terus mengalami penurunan. Apalagi, pemerintah sekarang sudah menetapkan program biodiesel 40 persen atau B40.

“Produksi kita stagnan, ekspor kita juga turun. Yang memang jadi anehnya di sini, walaupun ekspor turun, tapi harga masih tinggi,” ujar Eddy dalam sesi temu media di Jakarta, Kamis (6/3/2025).

Eddy pun khawatir, angka ekspor CPO bakal semakin merosot jika program B50 benar-benar diterapkan. Dalam pertemuan di Malaysia, ia bilang para pengusaha sawit cemas jika program biodiesel tersebut bisa mengacaukan harga minyak nabati dunia, termasuk minyak sawit.

“Kalau sementara itu tidak digenjot diproduksi kita, pasti akan menemui masalah. Ekspor akan dikurangi, karena konsumsi tidak mungkin dikurangi,” sebut dia.

Menurut dia, usulan ini bukan didasar atas kecemasan pengusaha yang pendapatannya turun akibat ekspor melemah, tapi lebih kepada pemasukan negara yang berkurang. Lantaran CPO diklaim memiliki sumbangsih besar terhadap neraca perdagangan Indonesia.

“Apa yang kita sampaikan kepada pemerintah, sebenarnya kita tuh menyampaikan mana yang sebenarnya lebih menguntungkan untuk negara. Kenapa tidak dipikirkan yang lebih penting kita utamakan ekspor Indonesia. Ini bukan untuk kepentingan perusahaan, ini untuk kepentingan NKRI,” ucapnya. (sabar)

 

 

 

CATEGORIES
TAGS