Menteri Perindustrian Membuka Pameran Program Unggulan Industri Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Dorong Industri Halal dan Daya Saing Global
![]()

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, pada tanggal 5 November 2025 secara resmi membuka acara Kosmetik Day 2025 yang dirangkaikan dengan Pameran Program Unggulan Industri Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, di Gandaria City Mall, Jakarta. Acara ini menjadi penegasan komitmen pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi melalui pertumbuhan manufaktur, dengan fokus khusus pada sektor kosmetik nasional yang berbasis inovasi, kearifan lokal, dan prinsip keberlanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agus menyoroti kinerja positif sektor manufaktur yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Penguatan sektor industri kosmetik halal menjadi isu sentral dalam sambutan Menteri Perindustrian. Untuk meningkatkan daya saing global dan kepercayaan pasar, pemerintah mengambil langkah tegas dengan memberlakukan wajib sertifikasi halal pada tahun 2026. Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal IKMA ini, Kementerian Perindustrian berupaya menciptakan wadah kolaborasi strategis antara berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong Indonesia menjadi pusat industri kosmetik halal dunia. Kegiatan ini juga memamerkan capaian signifikan dan tujuh kebijakan unggulan Kemenperin selama satu tahun terakhir yang sukses menjaga ketangguhan industri di tengah tekanan geoekonomi global.
Fokus Utama Kosmetik Day 2025
- Tujuan: Menegaskan komitmen pemerintah terhadap penguatan sektor industri, khususnya industri kosmetik nasional yang berbasis inovasi, kearifan lokal, dan keberlanjutan.
- Kebijakan Krusial: Pemerintah akan menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada tahun 2026. Kebijakan ini diharapkan memperkuat daya saing dan kepercayaan pasar global, serta menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri kosmetik halal dunia.
- Wadah Kolaborasi: Acara ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian sebagai tempat kolaborasi strategis antara pemerintah, asosiasi, akademisi, dan pelaku industri.
- Potensi Sektor: Sektor kosmetik dinilai sebagai subsektor yang inklusif dan memiliki potensi besar, sejalan dengan tren global yang mengarah pada produk halal, aman, dan berkelanjutan.
Kinerja Sektor Industri Manufaktur (Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran)
- Pertumbuhan Positif: Sektor industri manufaktur Indonesia menunjukkan kinerja positif.
- Data Pertumbuhan: Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas tercatat mencapai 5,58% (yoy) pada triwulan III-2025, angka yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04%.
- Kontribusi Ekonomi: Industri manufaktur menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 17,39% dan penyerapan tenaga kerja lebih dari 20 juta orang.
Tujuh Kebijakan Unggulan Kemenperin
Menteri Agus menyebutkan tujuh kebijakan unggulan Kementerian Perindustrian selama satu tahun terakhir yang berfokus pada penguatan struktur industri nasional:
- Reformasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
- Penguatan ekosistem industri halal (telah menempatkan Indonesia di peringkat ketiga dunia).
- Transformasi digital melalui program Making Indonesia 4.0.
- Akselerasi inovasi lewat Startup for Industry.
- Modernisasi peralatan produksi.
- Penerapan teknologi Carbon Capture Utilization (CCU).
- Penyediaan pembiayaan Kredit Industri Padat Karya (KIPK).
Pameran Program Unggulan Industri pada Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran digelar di Gandaria City Mall, Jakarta terbuka untuk umum hingga beberapa hari ke depan (tanggal 5 – 9 November 2025) sebagai upaya Kemenperin memperkenalkan capaian sektor industri kepada masyarakat, sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku industri kosmetik lokal untuk menjalin kemitraan dan mengakses pasar yang lebih luas. (david)
