Menjelang Lebaran, Pengusaha Rental Mobil Panen

Loading

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Menjelang hari raya Idul Fitri para pengusaha jasa angkutan sudah mulai panen. Jainal, seorang pengusaha rental mobil mulai meraup rupiah dari sejumlah konsumen yang akan menyewa mobil untuk mudik Lebaran. Warga Jatihasih itu memilik pangkalan di Jalan Pintu II Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur mengatakan dari 23 unit mobil jenis van yang dimilikinya, 12 unit sudah dibooking selama satu sampai tiga minggu dengan uang muka hampir 50 persen dari ongkos sewa. “Yah lumayanlah, karena ke luar daerah dilepas dengan harga sewa antara Rp 350 ribu sampai Rp 550 ribu per hari” ungkapnya.

Selain sedikit mengalami kenaikan harga sewa antara Rp 50 ribu – Rp150 perunit, dia juga menambah armada dari rekan-rekannya untuk memenuhi meningkatnya permintaan penyewa kendaraan. “Biasanya saya bisa menambah sampai 30 unit kendaraan jenis van pada setiap menjelang lebaran dan malah kadang-kadang sering tidak bisa memenuhi permintaan ,” ungkapnya

Pemudik yang menggunakan angkutan umum berupa bus antar kota antar provinsi (AKAP), Kereta Api, dan kapal laut dari Jakarta untuk 2012 diperkirakan menurun. Penyebabnya banyak pemudik yang beralih menggunakan kendaraan pribadi. Menurut catatan Dishub DKI Jakarta, pemudik yang menggunakan bus AKAP pada 2011 berjumlah 544.472 orang. Diperkirakan pada musim mudik tahun ini, pengguna bus AKAP akan turun 9,27 persen menjadi 493.999 orang. Demikian pula dengan pemudik dengan KA tahun ini diperkirakan 477.015 orang. Padahal tahun sebelumnya tercatat 515.576 pemudik.

Perkiraan penurunan penumpang juga dialami angkutan laut. Tahun 2011 lalu ada 10.885 pemudik yang menggunakan jalur laut. Tahun ini diperkirakan ada penurunan 19,02 persen, sehingga hanya 8.815 orang yang akan mudik dengan menggunakan kapal laut dari Jakarta. Dengan demikian 91.104 orang diperkirakan tidak akan menggunakan ketiga moda angkutan tersebut. Dishub DKI melalui keterangan tertulisnya menengarai orang-orang ini akan mudik menggunakan pesawat terbang dan kendaraan pribadi.

Pemudik dengan menggunakan pesawat terbang tahun ini diperkirakan naik, dari 1.140.680 pada tahun lalu menjadi 1.349.216 pada tahun ini. Sedangkan pengguna mobil pribadi ada kenaikan 644.383 dan pengguna sepeda motor naik 333.473 orang. Penurunan demand bus AKAP disebabkan oleh meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi (mobil/motor).

Puncak arus balik dengan moda angkutan jalan diprediksi terjadi H-2 Lebaran tepatnya pada 17 Agustus 2012. Selanjutnya, puncak arus mudik melalui jalur kereta api juga terjadi pada 17 Agustus. “Melalui laut terjadi H-5 pada Selasa 14 Agustus 2012 dan armada udara pada H-3 pada Kamis 16 Agustus 2012,” kata Pristono

Puncak arus balik melalui jalur darat diperkirakan terjadi H+2 pada Rabu 22 Agustus 2012. Arus balik melalui kereta api terjadi H+6 Lebaran pada Minggu 26 Agustus 2012. Laut pada H+5 Lebaran Sabtu 25 Agustus 2012 dan udara pada H+6 Lebaran Minggu 26 Agustus 2012. Pemudik tahun 2012 diprediksi mencapai 8,3 juta dan didominasi motor dan mobil pribadi.

Untuk mengurangi berbagai masalah dalam kebiasaan melonjkanya arus mudik menjelang hari raya Lebaran, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo dan jajaran Kementerian Perhubungan melakukan pengecekan di sejumlah lintasan mudik, seperti di Pantura dan Nagrek. Langkah ini untuk menciptakan kondisi yang aman selama mudik Lebaran.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri, Kombes Boy Rafli Amar, mengatakan rute pengecekan meliputi Garut, Tasik, termasuk jalur alternatif selatan, Nagrek. Pengecekan dilakukan, pada Senin pekan lalu. “Ini sebagai upaya preventif Polri untuk menciptakan kondisi yang aman nyaman bagi para pemudik. Kita juga melihat bagaimana kondisi jalan bila nanti dilalui pemudik. Kita berharap jalan berlubang bisa dieleminir sehingga dapat menekan angka kecelakaan yang disebabkan jalan berlubang,” kata Boy

Guna menekan angka pengguna kendaraan roda dua yang kerap meningkat pada setiap musim mudik khususnya di jalur Pantura, Polri menggandeng instansi pengelola angkutan laut untuk dapat memberikan ruang bagi kendaraan bermotor untuk dapat diangkut dengan kapal. “Sedang dikerjasamakan dengan pihak dari kapal laut untuk motor bisa naik kapal laut sehingga kita berharap kepadatan bisa terkurangngi dengan menggunakan kapal laut,” terang Boy. (aru)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS