Membangun Watak atas Kesadaran

Loading

Pendidikan Hanya Imbauan

Mengapa pendidikan tidak dapat mengubah watak “aku”? Oleh karena pendidikan sifatnya hanya himbauan, permintaan, pengharapan, agar yang dididik mau berbuat kebaikan, jujur dan berbudi luhur. Namun, imbauan tadi dilaksanakan atau tidak, sangat tergantung kepada kemauan masing-masing “aku”.

Mengapa mereka yang menerima pendidikan tidak mau melaksanakan ajaran yang telah diterimanya, dan bahkan lalu berbuat yang tidak benar? Jika direnungkan antara lain karena merasa “aku”: ada kesempatan untuk berbuat tidak benar, beranggapan bahwa kebahagiaan hidup terletak pada banyaknya harta yang dimiliki, mempertahankan kehormatan, gengsi, ingin mendapat penghargaan dan sanjung puji. Hal ini terjadi sebab “aku” semakin pintar lupa atau tidak menyadari kedudukannya sebagai hamba Tuhan.

Pendidikan Pengertian

Judul dari tulisan ini mengandung maksud agar lebih menekankan pada upaya memberi pengertian kepada umat manusia agar “aku” menyadari mengenai kedudukan hidupnya di dunia ini sebagai makhluk sosial, yang hidup bersama dengan manusia lain. Dengan bekal kesadaran itu, orang tidak akan berbuat yang mendahului “aku”nya sendiri, oleh karena sadar bahwa akibatnya akan menimpa dirinya sendiri.

Meskipun “aku” bebas berbuat sekehendak sendiri, namun hidup di dalam masyarakat sebagai warga masyarakat, “aku” harus dapat membatasi diri dalam berbuat, bertingkah laku dan bertutur kata, agar jangan sampai merugikan orang lain. Itu semua untuk memelihara kerukunan hidup sebagai sesama hamba Tuhan, yang saling membutuhkan, tidak ada yang dapat hidup sendiri memenuhi kebutuhannya sendiri.

Kemudian untuk menjaga tata tertib hidup bermasyarakat ada peraturan tata tertib yang harus diperhatikan bersama. Selain itu kesadaran diri bahwa sebagai makhluk sosial harus bergotong royong, saling menghormati, saling menghargai, musyawarah dan mufakat.

Sebagai masyarakat “aku” juga harus menyadari pentingnya hidup damai, tenang, tenteram. Itu sebabnya perlu ada orang yang membuat peraturan dan melaksanakan pengawasan yang lazim disebut pemerintah. Jika ada warga masyarakat yang menentang peraturan tata tertib (hukum) yang berlaku atau melanggar hukum pasti ada akibatnya pada mereka yang melanggar, yang dampaknya dapat menyulitkan jalan hidupnya.

1
2
3
CATEGORIES
TAGS