Manajemen ATK Harus Dikelola Secara Professional

Loading

Laporan: Redaksi

ilustrasi

USAI PEMBUKAAN – Peserta Rakernas ATK Yogyakarta, foto bersama dengan Sekjen Kementerian Perindustrian Anshari Buhari dan Kepala Pusat Pendidikan dan Penelitian (Pusdiklat) Industri, Mujiyo serta Direktur ATK Yogayakarta, Muhdori usai pembukaan di Jakarta, Kamis 03/04/14 –tubasmedia.com/sabar hutasoit.

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Sektor industri tekstil, barang dari kulit dan alas kaki merupakan salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi selama tahun 2013. Sektor ini tumbuh 6,06 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 4,27 persen dan perkembangan ekspor sektor industri tekstil, barang dari kulit dan alas kaki terus meningkat dari tahun ke tahun selama lima tahun terakhir.

Demikian Sekjen Kementerian Perindustrian Anshari Buhari dalam sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Akademi Teknologi Kulit (ATK), Yogyakarta di Jakarta, Kamis. Raker dihadiri juga Kepala Pusat Pendidikan dan Penelitian (Pusdiklat) Industri, Mujiyo dan Direktur ATK Yogayakarta, Muhdori bersama peserta lainnya.

Kinerja yang baik dari sektor industri kulit dan alas kaki katanya merupakan peluang bagi ATK Yogyakarta mengembangkan diri sebagai perguruan tinggi satu-satunya di Indonesia bahkan di ASEAN yang memiliki spesialisasi di bidang teknologi pengolahan kulit.

‘’Juga sekaligus merupakan tantangan bagi ATK Yogyakarta untuk dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri sektor ini yang akan terus meningkat,’’ katanya.

Sektor industri tekstil, barang kulit dan alas kaki merupakan sektor yang diproyeksikan mengalami peningkatan kebutuhan tenaga kerja cukup tinggi sebesar 25,3 persen pertahun dan merupakan tebanyak kedua setelah sektor industri makanan, minuman dan tembakau.

Di bagian lain sambutannya, Ansari menyebut, pembangunan wirausaha industri dilakukan untuk menghasilkan wirausaha yang berkarakter dan bermental kewirausahaan serta mempunyai kompetensi sesuai bidang usahanya yang meliputi kompetensi teknis, kompetensi manajerial serta kreativitas dan inovasi.

Pembangunan tenaga kerja industri dilakukan untuk menghasilkan tenaga kerja industri yang mempunyai kompetensi kerja di bidang industri sesuai SKKNI dan salah satu alasan mengapa pembangunan SDM industri menjadi hal penting yang perlu mendapat perhatian, karena akan diberlakukannya pasar tunggal ASEAN akhir 2015.

‘’Tantangan yang terbesar adalah pasar bebas tenaga kerja terampil yang berarti akan membuka kesempatan bagi tenaga kerja dari negara ASEAN untuk bersaing dengan tenaga kerja Indonesia,’’ tegasnya.

Pembangunan SDM industri dilakukan melalui pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal dilakukan baik jalur akademik maupun jalur pendidikan vokasi termasuk akademin komunitas. Sementara pendidikan non formal dilaksanakan dalam bentuk diklat, inkubator bisnis maupun pemgangan.

Melihat betapa pentingnya peran pendidikan tersebut, Kementerian Perindustrian memberikan perhatian sangat serius terhadap pembinaan dan pengembangan unit-unit pendidikan di lingkungan Kemenperin yang terdiri dari sekolah menengah kejuruan, pendidikan tinggi vokasi dan balai diklat industri

Sesuai dengan fungsinya menyiapkan tenaga kerja industri ahli madya yang siap bekerja, penerapan kurikulum pembelajaran pada ATK Yogykarta harus berbasis pada kebutuhan dunia industri dan mengacu pada standar kompetensi kerja nasional Indonesia sesuai dengan spesialisasinya.

Untuk menjadi sebuah institusi pendidikan yang besar dan berdaya saing, manajemen ATK harus dikelola secara profesional dan didukung penuh dari seluruh civitas akademik ATK Yogyakarta

Sementara itu, Muhdori mengatakan, diselenggarakannya Raker ini dalam rangka peningkatan kinerja ATK dalam rangka 5-10 tahun ke depan. Menurutnya, dalam raker akan di bahas tentang penguatan kelembagaan internal yang ada pada ATK dan penetapan sasaran kinerja serta upaya-upaya peningkatan kinerja seluruh unsur pengembangan ATK

Akan dibahas pula mengenai program kegiatan ATK tahun2014 sebagai upaya membangun lembaga pendidikan vokasi yang memiliki kompetensi sesuai dengan amanat reposisi pendidikan lingkup Kementerian Perindustrian sebagai mana telah digariskan. (sabar)

CATEGORIES

COMMENTS