IHSG Kembali Terkoreksi Seiring Pelemahan Rupiah

Loading

ihsg-anjlok

JAKARTA, (tubasmedia.com) –  Equity Analyst Ascend, Agus Susanto Benzaenuri mengatakan, IHSG kembali terkoreksi seiring pelemahan bursa global. IHSG turun 82,40 poin (1,61%) pada level 5.026,02 poin. Sedangkan saham-saham blue chip dalam LQ45 negatif 1,94% pada 862,08 poin.

Bursa Nikkei ditutup turun 2,01% pada level 16.755,32 poin. Hang Seng turun 0,95% pada level22.670,50 poin. Straits Times menguat 2,44% pada level 3.213,70 poin. Bursa-bursa di Eropa dibuka turun. FTSE melemah 0,37%, DAX negatif 0,70% dan CAC turun 0,86%. Rupiah melemah 301 poin pada Rp.12.900 per Dollar AS.

“IHSG kembali melemah dengan dibayangi oleh penurunan harga minyak dan perlambatan ekonomi global, selain itu Rupiah juga tertekan terhadap Dollar AS,” jelas Agus, Selasa (16/12/14).

Bursa Asia melemah sejak awal pembukaan seiring penurunan pada pasar New York dan ditambah lagi data manufaktur China tercatat melambat dengan indikator dibawah 50 poin atau pada level 49.5 poin, sementara Eropa yang sore ini baru dirilis menguat tipis pada level 51,7 poin. Sementara itu pada pasar Indonesia, pelemahan ditekan oleh sektor properti, industri dasar dan keuangan yang turun signifikan, namun sektor aneka industri dan perkebunan mencatatkan pertumbuhan.

Tercatat pada transaksi hari ini sebesar 8,36 miliar saham ditransaksikan dengan nilai sebesar Rp 7,51 triliun dengan investor asing melakukan penjualan bersih hingga Rp 1,25 triliun.

Saham-saham yang menjadi pendorong pergerakan IHSG secara rata-rata tertimbang diantaranya saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) melemah 3,27% ditutup pada level Rp11.075, saham Bank Mandiri (BMRI) yang turun 2,85% pada harga Rp. 10,225, saham Bank Central Asia (BBCA) melemah 1,53% ditutup pada harga Rp. 12.850, saham Indocement Tunggal Perkasa (INTP) yang turun 4,61% pada harga Rp. 23.275, dan saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM) melemah 1,43% ditutup pada level Rp. 2.745. (angga)

CATEGORIES
TAGS