Gulma Enceng Gondok Diekspor ke Cina
![]()
Laporan: Redaksi

Ilustrasi
BANJAR, (Tubas) – Tanaman enceng gondok yang mengapung di air dan dianggap sebagai gulma atau tanaman pengganggu, ternyata bagi Iding (45), tumbuhan tersebut dijadikan sumber penghasilan yang mempunyai daya jual tinggi. Bahkan, sampai diekspor ke Cina dan Korea.
“Selama ini, kami menjual produk berbahan baku enceng gondok yang sudah melalui pengolahan sampai menjadi kursi dan meja, seperangkatnya dijual berkisar Rp 300 ribu sampai Rp 1 jutaan,” ujar Iding, yang mangkal di sekitar Tugu Pahlawan Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman Kota Banjar, ketika dikonfirmasi tubasmedia.com.
Menurut dia, semua produk yang sudah dibuat dari enceng gondok kering berbentuk kursi dan meja serta sudah dicat tersebut, bahan bakunya masih dibeli dari Cirebon. Karena, di Banjar selama ini belum ada petani yang secara khusus membudidayakan enceng gondok.
Padahal, katanya, jika saja petani dan perajin mau bersama-sama membudidayakan enceng gondok dengan profesional dipastikan mampu mempercepat pencapaian kesejahteraan masyarakat.
“Bisnis berbahan baku enceng gondok ini sudah ditekuni sejak 5 tahun lalu. Adapun barang yang dijajakan sekarang, merupakan meja dan kursi sisa ekspor ke Cina dan Korea,” ujar Iding. (mamay)
