Gedung Polri Ternyata Dibangun di Atas Tanah Milik Aguan, Emang Polri Bisa Dibiayai Swasta ?

Loading

JAKARTA, (tubasmedia.com) – PIK 2 kini tengah jadi sorotan usai terkuaknya kasus pagar laut di Tangerang. Pasalnya diketahui bahwa pagar laut tersebut berada di dekat wilayah PIK 2 yang dimiliki oleh Aguan.

Imbasnya kini masyarakat terus menguliti soal PIK 2, salah satunya adanya pembangunan gedung Polri yang rupanya dibangun di atas tanah milik Aguan tersebut.

Hal tersebut diketahui dari unggahan di akun Twitter @micheladam717 yang dibagikan pada 26 Januari 2025.

Dalam cuitan tersebut, dipertanyakan terkait kabar bahwa Polri dan TNI membangun gedung di PIK 2.

“Emang boleh TNI Polri dibiayai swasta? Polri bangun gedung Brimob Polda Metro di PIK 2, di atas tanah hibah Agung Sedayu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga membagikan tangkapan layar yang berisi kabar mengenai pembangunan tersebut. Dimana ternyata pembangunan gedung Polri tersebut dilakukan pada tahun 2023.

Bahkan dari website Agungsedayu.com yang diunggah pada 5 April 2023 lalu diketahui bahwa Kapolri yakni Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi sosok yang langsung meresmikan pembangunan tersebut.

“Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan groundbreaking pembangunan gedung Batalyon A Brimob Polda Metro Jaya yang berada di wilayah PIK 2, Kabupaten Tangerang,” tulisnya.

Sontak saja kabar pembangunan yang dilakukan di tahun 2023 tersebut menuai banyak sorotan para pengguna Twitter.

“Jangan gagal paham, bukan dibiayai tapi kewajiban pengembang, pengembang wajib menyediakan sekian persen untuk fasum dan fasos,” ujar akun @pallakago.

“Aslinya ini tindakan penghinaan terhadap kedaulatan negara yakni terhadap APBN, 3 Matra TNI dan Polri. Jadi kalau pimpinan 3 Matra TNI dan Polri itu menerima markas komando tersebut, itu sudah bentuk pengkhianatan kedaulatan dan jabatan jenderal + gob***ok,” ungkap akun @landofkingp. (sabar)

CATEGORIES
TAGS