Flu Burung Kambuh Lagi

Loading

Oleh: Anthon P. Sinaga

Ilustrasi

Ilustrasi

BELUM lama ini dua kakak beradik warga Tanjung Priok, diberitakan meninggal dunia, setelah dirawat beberapa hari di sebuah rumah sakit karena menderita positif flu burung. Beberapa tahun lalu, jenis penyakit flu burung atau dalam istilah medisnya H5N1 ini, memang sempat marak dan cukup menakutkan. Sehingga, waktu itu pemerintah harus menunjuk satu rumah sakit khusus di Jakarta sebagi rujukan untuk menanganinya. Akhir–akhir ini ternyata jenis penyakit tersebut, kambuh lagi.

Penyakit yang gejala awalnya mirip demam-demam biasa ini, ternyata lebih menyeramkan dari pada ancaman korban demam berdarah dengue (DBD), flu Hongkong, sakit flu berat atau demam panas tinggi lainnya, karena tipis harapan para pasien penderita bisa kembali ke rumah dengan sehat. Penyebabnya, adalah virus yang berasal dari berbagai jenis unggas peliharaan, seperti burung, ayam, itik atau bebek, entok dll.

Untuk menangkal penyakit ini, sebaiknya para pemelihara unggas harus rajin-rajin membersihkan tempat pemeliharaan, seperti kandang atau sangkar, hewan peliharaan hendaknya jangan dibiarkan berkeliaran, dan burung, ayam, bebak, entok dan sejenisnya yang terlihat lesu terkena penyakit, agar segera disingkirkan atau dimusnahkan. Lebih baik kita rugi satu-dua ekor ternak peliharaan, daripada anggota keluarga terancam penyakit dan kehilangan nyawa.

Para peternak dianjurkan agar memelihara unggas agak jauh dari permukiman, minimal dalam radius 25 meter. Khusus cara-cara pemeliharan unggas yang baik, agar menghubungi Dinas Peternakan setempat, atau ke Direktorat Jenderal Peternakan, Kementerian Pertanian. Sedangkan tanda-tanda terserang flu burung, diawali dengan panas tinggi, sesak nafas dan batuk-batuk.

Bila terlihat tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera dperiksakan ke dokter atau dirujuk ke rumah sakit terdekat. Di Jakarta ada tiga rumah sakit rujukan untuk dugaan flu burung, yakni RS Persahabatan (Rawamangun, Jakarta Timur), RS Sulianti Saroso (Sunter, Jakarta Utara) dan RS Gatot Subroto (RSPAD) Jakarta Pusat.

Adra Soraya Ramadani (5 th), pasien terduga terkena flu burung, meninggal 16 Januari lalu setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur, selama hampir dua pekan sejak 7 Januari. Sebelumnya, 7 Januari, kakaknya Puguh Swi Yanto (23 th), juga meninggal dengan dugaan flu burung. Rumah tinggal orangtua mereka di Jalan Cemara, RT 10/RW 06 Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tidak diketahui apa ada peternakan unggas dekat permukiman mereka.

Pada musim hujan sekarang ini, semua jenis penyakit juga mudah berjangkit dan menular. Sehingga, kita lebih baik mencegah, daripada mengobati setelah terkena penyakit. Sebab kalau sudah terkena, selain terhalang mencari nafkah, biaya rumah sakit cukup mahal dan harga obat-obatan juga cukup tinggi. Biaya perawatan pun, tidak semua ditanggung, walaupun memegang kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) atau jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Apalagi tidak memiliki , seperti warga Tanah Merah, Tanjung Priok

Demam Berdarah

Selain flu burung, pada musim hujan seperti sekarang ini jenis penyakit demam berdarah dengue (DBD), diare dan infeksi pernafasan atas (Ispa), juga sering muncul. Kondisi alam dan cuaca yang tidak menentu, turut memperlemah daya kekebalan tubuh. Untuk itulah warga diharapkan lebih waspada terhadap kesehatan lingkungan, maupun kebersihan berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Khusus untuk pencegahan demam berdarah, agar menerapkan program 3 M (mengubur, mengeringkan, dan menguras). Yakni, menguburkan kaleng-kaleng atau botol-botol bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk, mengeringkan genangan-genangan air dan menguras bak mandi secara teratur agar tidak tumbuh jentik-jentik nyamuk. Kalau ada kolam-kolam air terbuka, sebaiknya dipelihara ikan ikan guna memakan jentik-jentik nyamuk atau bibit serangga yang ada.

Demikian juga masalah makanan, agar diusahakan yang masih segar-segar. Kalau makan di luar rumah atau di kantin pinggir jalan, agar dipilih makanan yang terhindar dari debu, tempatnya yang bersih dan makanan yang masih baru. Kalau naik sepeda motor sebaiknya pakai masker untuk menyaring debu ke pernafasan, selain memakai helm untuk pelindung kepala dari hujan, terik dan kemungkinan benturan bila terjatuh. Lebih baik kita berjaga-jaga. Ingat petuah leluhur kita, ”Sedia Payung Sebelum Hujan!”**

CATEGORIES
TAGS
NEWER POST
OLDER POST