Dunia Teater Perlu Respon Pemerintah

Loading

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

YOGYAKARTA, (TubasMedia.Com) – Setelah perjalanan panjang dunia teater diperjuangkan para leluhur, muncul tokoh pembaharu WS Rendra yang kerap menjadi incaran aparat keamanan pada zamannya Pangkopkamtib Sudomo. Tentunya perjuangan ini masih banyak hal yang patut diperjuangkan para teaterawan agar tetap eksis dan mendapat respon dari pemerintah.

Di era reformasi serta demokrasi ini banyak hal yang bisa dijadikan wacana dunia pentas. Korupsi serta kejahatan-kejahatan lain bisa diungkap melalui seni peran yang temanya sesuai kebutuhan zaman. Pentas dunia teater saat ini sudah multifungsi, bisa dijadikan adonan yang kompleks sebagai kritik sosial.

Jika ini tidak difasilitasi oleh pemerintah, regenerasi akan kehilangan menuangkan karya seni pertunjukan. Ada baiknya saling sambung silaturahmi menyambut anak bangsa yang ingin berkarya mengolah seni peran.

Tidak perlu lagi dianaktirikan dalam pembinaannya. Sehingga, regenerasi bisa bernafas dengan bebas sesuai dengan koridor demokrasi serta kreatifitas yang sehat yang tidak dicampuradukkan antara dunia seni yang lebih mengutamakan pornoaksi dengan alasan kebutuhan seni.

“Dunia seni teater pada dasarnya membina generasi muda mengenal disiplin, manajeman, olah peran, akting, dan vokal. Selebihnya memberikan pembelajaran membina imajinasi yang kental dengan kecerdasan si aktor itu sendiri,” ujar Merit Hendra, aktor Teater Senior jebolan Asdrafi dan Teater Alam Yogyakarta pimpinan Azwar An.

Menurutnya, seni teater sebetulnya memberikan peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan diri, karena teater selain mempelajari seni peran, juga sastra, seni lukis, musik dan tari. “Semuanya itu dipadukan menjadi sebuah kolaborasi kerja teater, sehingga pertunjukan itu bisa dinikmati oleh masyarakat luas,” tegas Merit Hendra. (bani)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS