Bupati Banyumas Panen Perdana Padi SRI

Loading

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

PANEN - Bupati Banyumas Mardjoko (tengah) sedang menunjukkan hasil panen padi Inpari 13 semi organik, di Desa Danaraja Kecamatan Banyumas, Jawa Tengah. (tubas/christoper)

BANYUMAS, (TubasMedia.Com) – Panen perdana tanaman padi hasil budidaya dengan metode System of Rice Intensification (SRI) yang dirangkai dengan temuwicara P3A dan kelompok tani se-kecamatan Banyumas, Jawa Tengah, baru-baru ini digelar di lapangan Desa Danaraja, Kecamatan Banyumas oleh Bupati Mardjoko.

Padi berjenis Inpari 13 hasil kerja sama antara Pemkab Banyumas dengan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini dapat meghasilkan produksi hingga 11.440 kg/hektar dengan sistem pemupukan semi organik menggunakan metode sebagai berikut: bibit usia 14 hari dengan jarak tanam 25 x 25 cm, pemupukan dengan jumlah 50 kw organik + 2 kw urea + 1 kw ponska + 1 kw sp 36 pada areal tanah dengan luas satu hektar.

Anggota tim teknis FTP UGM Nuryanto pada kesempatan itu menjelaskan padi SRI yang disunting dari Madagaskar ini memiliki akar yang mampu menghemat penyerapan air 7-8 % dari kebutuhan padi pada umumnya. Namun pencapaian hasil produksi yang dihasilkan lebih unggul dari yang lain. Padi bukanlah tanaman air, tetapi tanaman padi memerlukan air dalam proses pertumbuhannya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Ir.Irawadi CES dalam laporannya mengatakan demplot padi SRI pada tahun 2010 telah dilaksanakan satu lokasi di Desa Tinggarjaya Kecamatan Jatilawang. Untuk tahun 2012 dua lokasi yaitu di Desa Danaraja Kecamatan Banyumas dan Desa Wangon Kecamatan Wangon yang diikuti oleh 75 petani yang sebelumnya telah mendapatkan sosialisasi dan pelatihan teknis lapangan penanaman bibit pada bulan November tahun lalu. (christoper)

CATEGORIES
TAGS