Alstom Energy Tingkatkan Kandungan Lokal
![]()
Laporan: Redaksi

CHAIRMAIN ALSTOM - Menteri Perindustrian RI Mohamad S Hidayat didampingi Dirjen IUBTT Budi Darmadi menerima Chairman dan CEO PT. Alstom Power Energy Systems Indonesia Mr. Patrick Kron di Kementerian Perindustrian Jakarta, 9 Januari 2013.(tubasmedia.com/istimewa)
JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Pasokan komponen dari Alstom Energy diharapkan bisa mengurangi ketergantungan impor komponen listrik guna meningkatkan kandungan lokal.
Produsen komponen listrik asal Prancis PT Alstom Energy System Indonesia merencanakan ekspansi senilai Rp 200 miliar untuk menaikkan kapasitas pabrik dalam memproduksi komponen listrik.
Dirjen Industri Unggulan Basis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin Budi Darmadi mengatakan, Alstom Energy akan memacu produksi beberapa komponen seperti boiler, switch gear dan circuit breaker.
“Alstom Energy berminat memasok kebutuhan komponen untuk PLN. Mereka akan ekspansi untuk produksi komponen listrik switchgear,” kata Budi di Jakarta, Rabu (9/1).
Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji menambahkan, pasokan komponen dari Alstom Energy diharapkan bisa mengurangi ketergantungan impor komponen listrik guna meningkatkan kandungan lokal. Dia mengaku, saat ini PLN berusaha meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri dengan mulai menghentikan impor trafo.
“Komponen yang diproduksi di dalam negeri kualitasnya tidak kalah dengan produksi Eropa dan Jepang, karena standardisasinya sudah ada. Sekarang ini, Alstom Energy telah bekerja sama dengan PT PAL dan PT Barata untuk memproduksi boiler. Yakni, di pabrik yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Kapasitas produksi di pabrik itu terus ditingkatkan,” papar Nur Pamudji.
Dia mengatakan, produsen komponen listrik nasional yang lain juga terus memacu produksi seiring upaya PLN menaikkan penggunaan komponen lokal. Diantaranya adalah PT Unindo dan CG Power yang memproduksi dan memasok kebutuhan trafo nasional.
Nur menyampaikan harapannya penambahan pasokan dari Alstom Energy bisa mendukung investasi PLN dalam meningkatkan jumlah jaringan transmisi dan distribusi di berbagai daerah dengan membangun pembangkit listrik yang menelan dana sebesar Rp 34,3 triliun, transmisi dan gardu induk dengan investasi Rp 17,7 triliun, serta distribusi termasuk untuk menyambung 2,5 juta pelanggan baru sebesar Rp 12,3 triliun.
“Saat ini, sekitar 50 juta rumah tangga sudah mendapat sambungan listrik. Sekarang, masih ada 19 juta lagi rumah tangga yang harus mendapatkan sambungan listrik,” kata Nur Pamudji.
Menurut dia, sumber investasi tersebut memanfaatkan APBN senilai Rp 10,1 triliun untuk pembangunan jaringan distribusi senilai Rp 3 triliun dan transmisi senilai Rp 7 triliun. (sabar)
