Aksi Turunkan SBY-Boediono Semakin Marak
![]()
Laporan: Redaksi

Ilustrasi
JAKARTA, (Tubas) – Dua kelompok Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) siap menggelar unjuk rasa di dua lokasi berbeda dengan dua agenda yang berlainan. Massa yang menamakan dirinya BEM RI akan berunjuk rasa di Istana, sedangkan massa dari BEM Batavia akan berunjuk rasa di depan gedung DPR.
“Kami berbeda, kami akan ke Istana untuk demo soal kasus hukum para menteri,” kata Andhika, koordinator lapangan (korlap) BEM RI di depan Tugu Proklamator, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2011).
Beberapa kasus yang disebutkan di antaranya, kasus dugaan suap di Kemenakertrans yang menyeret nama Muhaimin Iskandar, kasus Wisma Atlet Sea Games yang menyeret Menpora Andi Mallarangeng, serta kasus penggelapan pajak perusahaan Ancora milik kepala BKPM Gita Wiryawan.
“Dua kasus pertama sudah masuk KPK. Tapi kasus Ancora sejak 2010 belum diproses. Presiden harus serius menegakkan pemberantasan kasus-kasus itu,” lanjutnya.
Sementara itu, Rahmat Sholeh, Korlap BEM Batavia menyatakan akan berunjuk rasa di DPR untuk menuntut penyelidikan tuntas atas dugaan permainan anggaran yang terjadi di Badan Anggaran DPR RI.
Ratusan massa telah berkumpul di sekitar Tugu Proklamator. Mereka akan diangkut puluhan metromini yang juga telah berjejer di sekitar lokasi.
Sementara itu aksi tuntutan penurunan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono kembali dikumandangkan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Batavia Raya di depan Istana, Jl.Medan Merdeka, Jakpus, Kamis (6/10).
Dalam aksinya, mereka mendapat pengawalan ketat dari petugas Polres Jakarta Pusat dan Polsek Gambir. Meski demikian, demo tersebut berjalan aman dan tertib. Menggunakan sejumlah atribut demo, pengunjuk rasa juga melampiaskan kekecewaannya melalui tulisan di spanduk dan penampilan teaterikal.
Menurut salah seorang mahasiswa dalam orasinya, pemerintahan SBY – Boediono tidak tegas dalam menangani sejumlah permasalahan di negeri ini. Tak hanya itu, kinerja menterinya pun tidak serius.
“Sebagai kepala pemerintah, SBY harus bertanggung jawab dan tidak berani mengambil langkah kami menegaskan untuk mundur,” teriaknya menggunakan alat pengeras suara.
Demo seperti ini beberapa terakhir semakin sering terjadi. Rabu kemarin juga ada demo yang menuntut SBY mundur dan Partai Demokrat dibubarkan.
Demikian juga seruan sumbang atas kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden (Wapres) Boediono tak kunjung surut. Gema tuntutan mundur kian santer terdengar, termasuk apa yang akan dilakukan hari ini, Rabu (5/10/2011) oleh kelompok yang menamakan diri Aliansi Rakyat Untuk Perubahan.
Mereka mengabarkan akan melakukan aksi long march menuju gerbang Istana Negara di Jalan Merdeka Utara, Jakarta. Aksi mereka tersebut diklaim akan diikuti sebanyak 4 ribu orang yang terdiri dari sejumlah elemen seperti mahasiswa, organisasi pemuda, dan buruh serta petani.
“Aksi menyerukan tuntutan mundur pada SBY-Boediono. Massa akan berkumpul di depan Gedung Indosat, di Jalan Merdeka Barat kemudian long march ke depan Istana,” tulis rilis yang diterima redaksi. (tim)
