Predikat Kota Terkorup, Aktivis Desak Wali Kota Depok Mundur
Laporan: Redaksi

Ilustrasi
DEPOK, (Tubas) – Predikat terkorup se-Indonesia yang disandang Pemerintahan Kota Depok Jawa Barat (Jabar) disematkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini yang juga berjuluk sebagai kota Belimbing ini, ternyata mengundang kecaman, dan reaksi hebat dari beragam elemen masyarakat, hingga mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Depok (Permad) dari Universitas yang ada di Kota Depok.
Tidak main-main, sejumlah reaksi yang disuarakan sejumlah elemen masyarakat, dan para mahasiswa melalui aksi demonstrasi pekan lalu itu, berujung pada tuntutan agar Nur Mahmudi Isma’il sebagai Wali Kota Depok segera mundur. Wali Kota andalan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini adalah sebagai orang yang bertanggung jawab atas predikat seburuk itu dan sangat memalukan warga Depok.
“Sebagai masyarakat Depok, kami merasa malu dengan predikat dari hasil penilaian lembaga KPK. Untuk itu, Wali Kota harus mundur dari kursi jabatanya sebagai Wali Kota Depok,” ujar Akbar Husain aktivis LSM Pemuda Tani Kota Depok dalam orasinya di depan kantor Wali Kota Depok pekan lalu.
Beragam kecaman lain yang terlontar saat itu diantaranya juga mengambarkan kesedihan masyarakat atas predikat KPK tersebut seperti ungkapan, “Hari ini banyak masyarakat yang menangis, karena anggaran APBD dikorupsi, turunkan Nur Mahmudi Isma’il dan Idris Abdul Somad sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, karena mereka telah gagal memimpin kota Depok, ” seru salah seorang rekan LSM lainnya.
Dalam kesempatan lain, Kisnu Widakso Kriminolog Universitas Indonesia (UI) mengatakan, justru sama sekali tidak menyangka kalau survey KPK menempatkan Kota Depok di urutan nomor dua terkorup setelah Kota Metro Provinsi Lampung.
“Saya sama sekali tidak menyangka, survey yang dilakukan KPK, pasti terkait persepsi masyarakat terhadap pelayanan publik di Kota Depok. Kalau itu yang dijadikan ukuran maka sangat masuk akal,” ujarnya. (eko)