Yusuf Dumdum; Hukum Mati Semua Koruptor Pertamina, Bangsat !!!

Loading

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pegiat media sosial, Yusuf Dumdum, meluapkan kemarahannya atas kasus dugaan korupsi minyak mentah di Pertamina yang telah menjerat 18 orang tersangka.

Ia dengan tegas mendesak agar para pelaku korupsi dijatuhi hukuman mati. Yusuf menyebut Pertamina sebagai sarang penyamun dan para bandit siluman.

Bukan hanya itu, ia juga menyoroti kejanggalan di tubuh perusahaan pelat merah tersebut, yang kerap mengalami kerugian meski harga bahan bakar minyak (BBM) di pasaran terus naik.

“Pertamina jadi sarang penyamun dan para bandit siluman. Masa jualan BBM sudah mahal tapi sering rugi,” kata Yusuf di X @yusuf_dumdum (11/7/2025).

Tidak berhenti di situ, Yusuf membandingkan dengan para pedagang kecil yang membuka usaha Pertamini atau penjualan BBM eceran.

Yusuf bilang, meskipun sumber BBM-nya dari Pertamina, para pedagang kecil itu justru bisa meraih untung.

“Sementara yang buka stand pom Pertamini aja selalu untung. Padahal stok BBM-nya dari Pertamina juga,” sesalnya.

Melihat maraknya kasus korupsi yang merugikan negara, Yusuf pun mendesak penegak hukum untuk menjatuhkan hukuman mati kepada para koruptor.

“Hukum mati aja semua! Bangsat!,” kuncinya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) dikabarkan menetapkan pengusaha migas Mohammad Riza Chalid sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan BBM di Pertamina.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penetapan tersangka ini diumumkan Kejagung pada hari ini.

Jangan Omon-omon

Pegiat media sosial, Jhon Sitorus, turut menanggapi penetapan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah sejak empat bulan lalu menyuarakan bahwa Riza Chalid layak dijerat hukum dalam kasus ini.

“Empat bulan yang lalu sudah saya bahas kalau orang ini layak jadi tersangka,” kata Jhon di X @jhonsitorus_19 (11/97/2025).

Lebih lanjut, Jhon berharap penetapan tersangka ini tidak sekadar menjadi formalitas semata.

Ia mendesak Kejagung untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut secara tegas hingga ke proses eksekusi hukum.

“Semoga deh jangan omon-omon doang ya… segera eksekusi,” tegasnya.(sabar)

CATEGORIES
TAGS