World of Wayang Sajikan Berbagai Lomba
![]()
Laporan: Redaksi

World of Wayang
JAKARTA, (Tubas) – Untuk memenuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), yang menyatakan pengurus SENAWANGI diwajibkan menyelenggarakan kongres dan festival wayang setiap 5 tahun sekali, maka tahun ini kongres diadakan pada 19-21 Oktober 2011 di Jakarta.
Menurut siaran pers pengurus, kongres itu membicarakan masalah organisasi dan mendiskusikan kemungkinan perlunya mengadakan perubahan AD/ART, serta memilih kepengurusaan periode 2011-2016, peenyelenggaraan festival wayang sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus mengenai pembinaan wayang.
Dikemukakan, dalam rangkaian acara ini, gaung wayang akan lebih semarak, karena sebelum dan selama kongres diadakan pula beberapa jenis acara. Dimulai pada 17 Oktober 2011 diadakan simposium internasional, Union Internationale de la Marionette – UNIMA Indonesia, dengan tema “Friendship through Culture”. Simposium dihadiri oleh 150 peserta dari 10 negara anggota UNIMA.
Acara lain, Festival Dalang Remaja, yang melombakan kemampuan remaja yang bergelut di bidang pedalangan, yang telah terpilih dan lolos dari seleksi di daerah-daerah. Para dalang remaja ini mempergelarkan kemahirannya di panggung terbuka, pada siang hari, Rabu sampai Jumat (19 sampai 21 Oktober 2011).
Rangkaian acara selanjutnya, apa yang disebut WoW 2011 (World of Wayang), Dimulai dari lomba desain grafis, poster, komik dan kaos, yang diadakan di alun-alun Grand Indonesia Jakarta pada 19-22 Oktober 2011, dan lomba penulisan wayang, yang diakhiri dengan pergelaran wayang sehari penuh pada 22 Oktober 2011 dimulai pukul 0.00 di lingkungan Gedung Pewayangan Kautaman.
Acara ini mempertontonkan wayang orang, drama wayang, wayang kulit dari berbagai daerah, wayang kulit purwa, wayang suket, bazar, serta pameran ragam wayang dan senirupa wayang. Hari yang khusus ini diakhiri dengan pementasan wayang kulit semalam suntuk oleh dalang kondang, Ki Manteb Soedarsono.
Tanggal 21 Oktober 2011, kami sebut sebagai Hari Wayang . Penyebutan ini bertujuan untuk lebih mengajak masyarakat luas, bahwa keberadaan wayang di Indonesia perlu dijaga kelestariannya apalagi setelah wayang diproklamirkan sebagai warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO. Penganugerahan ini tentu harus disambut dengan antusias oleh seluruh masyarakat Indonesia, khusunya para pecinta seni wayang, sehingga wayang benar-benar bisa menjadi tontonan dan tuntunan. (audy)
