Udar Bantah Ada Titipan dalam Pengadaan Bus Transjakarta
![]()

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, mengaku sudah sesuai prosedur dan rencana dalam pengadaan Transjakarta 2013. Ia juga mengatakan anggaran pengadaan Transjakarta di Pemrov DKI sudah dibahas bersama jajaran Pemrov.
“Busway tahun 2013 semua berjalan sesuai rencana. Kita bekerja tidak ada titipan, semua berjalan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Setelah itu dikeluarkan SK (Surat Keputusan) Gubernur dan Perda (Peraturan Daerah) untuk anggarannya dan anggaran itu dibahas bersama untuk kepentingan bersama,” kata Udar sebelum sidang pembacaan dakwaan di gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (6/4/2015).
Udar juga mengatakan, pengadaan Transjakarta tersebut merupakan usulan dari DPRD DKI. Baik Pemrov maupun DPRD sepakat untuk melaksanakan pengadaan Transjakarta yang kini dipermasalahkan Kejaksaan Agung tersebut.
“Anggota dewan juga boleh mengusulkan karena mereka bersentuhan dengan masyarakat. Pemprov juga mengusulkan untuk pembangunan ke depan. Memang mereka dan kita bergabung dan semuanya itu diterapkan dalam Perda No. 1 Tahun 2013 tentang anggaran yang juga sudah ada di RPJMD, jadi tidak ada sama sekali yang bermain,” ungkap Udar.
Selaku Kepala Dishub DKI Jakarta sekaligus pengguna anggaran, Udar diduga terlibat dalam penyalahgunaan kewenangan terkait pengadaan bus Transjakarta.
Berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Nomor 1.07.008.18.001.5.2 yang disahkan pada 26 Februari 2013, terdapat anggaran Program Peningkatan Pengelolaan Transjakarta berupa busway articulated dan busway single sebesar Rp 1 triliun dari APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2013. Anggaran tersebut kemudian diubah berdasarkan DPPA-SKPD menjadi Rp 848,1 miliar.
Paket pengadaan bus Transjakarta itu terdiri dari lima paket pekerjaan pengadaan busway articulated, lima paket pekerjaan pengadaanbusway single, dan lima paket pengadaan bus sedang. Dari 15 paket tersebut, hanya 14 paket yang berhasil dilelang serta sebanyak empat paket yang telah dilaksanakan dan diserahterimakan kepada Dishub DKI Jakarta dengan jumlah bus sebanyak 125 unit. (hadi)
