Tukang Las Indonesia Sering Dibajak
![]()
Laporan: Redaksi

FOTO BERSAMA - Sekjen Kementerian Perindustrian Ansari Bukhari (kedua kiri) didampingi Dirjen IUBTT Kementerian Perindustrian Budi Darmadi (ketiga kiri) serta Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Teddy C Sianturi (kiri) berfoto bersama dengan Direktur Utama PT. Bukaka Teknik Utama Ahmad Kalla, Direktur PT. Zug Indonesia Heri Purnomo, Imron Rosyidi sebagai moderator, dan Direktur Operasional 2 PT. Wijaya Karya Bambang Pramujo seusai Workshop Kebangkitan Industri Barang Modal Dalam Negeri di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 3 April 2014. –tubasmedia.com/sabar hutasoit
JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kementerian Perindustrian mengakui perkembangan industri di Indonesia masih sangat rendah. Ini terjadi karena kurangnya teknologi dan tenaga kerja ahli di sektor industri dalam negeri. Engineer yang kita butuh 40.000 orang tapi kita hanya mampu produksi 25.000 insinyur.
‘’Itu juga dibajakin,’’ kata Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi dalam acara Workshop Kebangkitan Industri Barang Modal Dalam Negeri di Gedung Kemenperin, Jakarta, Kamis, (3/4),
‘’Indonesia kekurangan tenaga kerja ahli karena selalu dibajak negara lain. Tidak hanya insinyur. Tukang las Indonesia-pun ikut dibajak untuk bekerja di luar negeri. Yang dibajak tidak bisa kita salahkan karena mereka ingin dan punya hak memperbaiki hidupnya,” lanjut Budi
Bahkan kata Budi, tukang las Indonesia yang bersertifikat juga kerap dibajak perusahaan di luar negeri. Salah satu negara yang mengambil tenaga tukang las Indonesia adalah Korea. “Tukang las kapal bersertifikat kita hanya punya sekitar 1.000 orang. Padahal kita butuh 1.500 orang dan itu banyak dibajak ke Korea,” tegasnya.
Diakuinya, pemerintah tidak punya hak melarang rakyat Indonesia bekerja di luar negeri. Dalam workshop ini, Budi meminta ide dari pelaku industri agar tenaga ahli Indonesia tidak kabur ke luar negeri, sehingga industri dalam negeri bisa tumbuh.
“Kalau ada ide aneh-aneh silakan. Mari kita bikin heboh sediktilah. Istilahnya kreatif. Seperti Korea itu mereka door to door,” katanya. (sabar)
