Sepeda Motor Roda Tiga, Serba Bisa
![]()
Laporan: Redaksi

MELIHAT - Didampingi General Manager PT Asean Motor International, Redy Sun, Budi Darmadi sedang mengamati type sepeda motor roda tiga
JAKARTA, (TubasMedia.Com) – General Manager PT Asean Motor International, Redy Sun, selaku distributor sepeda motor KTM asal China mengharapkan pemerintah segera memberi dukungan sepenuhnya terhadap pengoperasian sepeda motor roda tiga.
Alasannya, kehadiran kendaraan tersebut sangat positif, khususnya mendukung pedagang ekonomi lemah karena sepeda motor tersebut serba bisa (multi fungsi).
“Kami siap membantu pengusaha lokal, khususnya pengusaha skala menengah ke bawah,” katanya kepada tubasmedia.com di kantornya.
Diakui oleh Redy, pihaknya fokus memperkuat pasar kendaraan roda tiga agar dapat digunakan untuk kepentingan komersil dan langkah tersebut merupakan strategi pengembangan bisnis oleh perusahaan. Dia menuturkan, saat ini penjualan sepeda motor roda tiga mencapai 1.000 unit per bulan.
Pencapaian tersebut, kata dia, berkontribusi sekitar 20-25% terhadap total penjualan perusahaan di Indonesia. Menurut dia, penjualan Asean Motor untuk semua model mencapai 4-5 ribu unit per bulan.
“Setiap produk yang kami rilis memiliki segmen pasar masing-masing. Saat ini, kendaraan roda dua masih mendominasi penjualan KTM,” kata Redy usai acara test drive produk sepeda motor roda tiga APPKTM Cabrio di Kementerian Perindustrian di Jakarta, beberapa wakktu silam.
Dia mengatakan pabrikan asal China itu telah merilis produk sepeda motor roda tiga APPKTM Cabrio untuk memperkuat posisi di pasar jenis kendaraan tersebut sekaligus membantu pebisnis yang ingin bergerak di sektor transportasi.
“Kalau pemerintah mau menjadikan sepeda motor roda tiga menjadi transportasi massal, kami siap meladeninya,” katanya menambahkan saat ini kapasitas produksi produk Cabrio mencapai 100 unit per bulan.
“Kami menargetkan, penjualan untuk 3 bulan pertama mencapai 50-100 unit per bulan. Awal tahun depan, kami akan mengevaluasi target tersebut. Kami optimistis penjualannya bisa ditingkatkan karena didorong dengan kebutuhan yang semakin meningkat. Terutama di desa dan kecamatan,” kata Redy.
Redy mengklaim, Cambrio memenuhi sekitar 80% tingkat kandungan komponen dalam negeri (TKDN). “Produksinya sudah completely knocked down (CKD). Yang diimpor hanya mesinnya saja,” tegas dia.
Ditambahkan Redy, Cabrio mampu mengangkut penumpang lebih dari dua orang. Kendaraan ini, lanjut dia, diperuntukkan bagi jarak tempuh yang pendek. Selain itu, Cabrio diusung juga sebagai kendaraan ramah lingkungan.
“Target komersial adalah kendaran sebagai alat transportasi bagi daerah wisata, kompleks perumahan, pengelola lapangan golf, dan shuttle kompleks,” katanya. (sabar)
